< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Orang NTT Punya Hak ke TN Komodo, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kenaikan

Pos Kupang

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - DPRD NTT menyoroti kenaikan harga tiket masuk ke Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat.

Kenaikan harga itu hingga 15 juta sekali masuk. Pemerintah beralasan, kenaikan tiket itu untuk menjaga populasi reptil langka Dunia itu. 

Anggota DPRD komisi II, Jhon Oematan, menjelaskan, upaya ini juga pernah ditanyakan ke Dinas Pariwisata NTT. Oleh dinas pariwisata, beralasan sama seperti yang disampaikan Pemerintah bahwa untuk menjaga kelestarian komodo. 

"Kami orang NTT tentu merasa bahwa kami adalah pemilik Pulau komodo. Kami punya hak untuk kesana," katanya, Rabu 29 Juni 2022. 

Oleh karena itu, jika niat Pemerintah untuk melindungi komodo, maka perlu pertimbangan agar tidak membebankan masyarakat NTT yang hendak berkunjung ke Taman Nasional Komodo. Jhon menyebut, mestinya ada perlakuan bagi orang NTT dan orang luar mengenai biaya ke taman nasional komodo. 

Walau begitu, kenaikan biaya itu hanya dikenakan untuk ke pulau komodo. Sementara, pada pulau lain yang punya juga memiliki komodo harganya relatif lebih murah.

Ia juga meminta pemerintah agar memperhatikan pelaku UMKM yang ada disekitar.  Dia mewanti-wanti bila kenaikan ini dipaksaka, justru akan berdampak bagi pelaku UMKM. 

Ketua komisi II DPRD NTT, kasmirus kolo, menilai kenaikan harga pada taman nasional komodo itu imbas dari melonjaknya harga tiket pesawat.

Sebab, penggunaan maskapai penerbangan itu, menurut dia bukan hanya kalangan menengah atas tetapi hampir semua golongan. 

Menurut dia, Labuan Bajo menjadi wilayah dengan berbagai wisata super premium. Ini menjadi alasan yang menjadi kenaikan harga berpergian ke taman nasional komodo. Oleh karena itu, Kasmirus meminta pertimbangan agar menekan harga yang mencekik ini.

Kenaikan harga tiket penerbangan ini juga berdampak di kenaikan biaya makan, hingga penginapan. Pemerintah di NTT agar duduk bersama dengan maskapai agar pelayanan kepada masyarakat tetap diatasi tentu dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat. 

Untuk itu, Kasmirus menyarankan agar angkutan laut perlu ada agar bisa memobilisasi pelancong, juga masyarakat ke daerah wisata seperti di pulau Komodo, Manggarai Barat. (*)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!