< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

Idx Channel
Tiga indeks utama Wall Street mengalami kenaikan, meski terjadi di tengah tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan harga komoditas.
Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga
Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

IDXChannel - Tiga indeks utama Wall Street mengalami kenaikan, meski terjadi di tengah tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan harga komoditas.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (25/6/2022) indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 2,68 persen pada perdagangan Jumat (24/6/2022) ke level 31.500,68. Sementara itu, indeks S&P 500 melonjak 3,06 persen ke 3.911,74 dan Nasdaq Composite melesat 3,34 persen ke 11.607,62.

Wall Street mencatatkan penguatan harian terbesar sejak Mei 2022. Indeks S&P 500 menguat 6,5 persen dalam sepekan. Reli imbal hasil obligasi Treasury AS mereda pada hari Jumat, namun imbal hasil obligasi dua tahun AS yang sensitif terhadap kebijakan masih mencatat penurunan mingguan terbesar sejak pertengahan Mei.

Sentimen mulai membaik pada hari Jumat  setelah ukuran ekspektasi inflasi konsumen jangka panjang Universitas Michigan turun dari level tertinggi 14 tahun yang dilaporkan sebelumnya. Namun meskipun begitu pasar obligasi mulai memberikan tanda peringatan resesi pada pekan ini.

Hal ini dinilai berpotensi mengurangi urgensi kenaikan suku bunga yang lebih agresif. Bahkan Presiden the Fed St. Louis James Bullard menyatakan bahwa kekhawatiran atas resesi AS menurutnya berlebihan. 

Sementara itu Gubernur The Fed Jerome Powell menegaskan rencanannya untuk mendinginkan inflasi dalam kesaksian kepada anggota parlemen pekan ini, dinilai  sebagai sebagai sinyal bahwa bank sentral akan memperhitungkan kemungkinan resesi saat menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi oleh sebagian pelaku pasar.

CEO Defiance ETFs Sylvia Jablonski berpendapat bahwa kinerja pasar sangat positif dalam beberapa hari terakhir dan hal itu menandakan adanya reli bearish jangka pendek.

"Kita telah melewati pertemuan Fed dan segala jenis kesaksian Fed, jika tidak ada berita buruk tambahan, penguatan indeks dapat berlanjut selama beberapa hari ke depan,” ungkapnya.

Selain itu penurunan tajam harga komoditas minggu ini membantu meredakan kekhawatiran inflasi. Indeks Refinitiv/CoreCommodity yang mengukur harga energi, pertanian, logam dan komoditas lainnya, turun ke level terendah sekitar dua bulan pada hari Kamis setelah mencapai puncak multi-tahun pada awal Juni.

(NDA)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!