< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Ada Upacara Bendera pada Puncak HUT RI di Puncak Gunung Agung, Wisatawan Domestik Paling Dominan

Tribun Bali

TRIBUN BALI.COM - Wisatawan domestik yang akan mendaki ke atas Gunung Agung diperkirakan capai ribuan orang.

Mengingat upacara dan pengibaran bendera merah putih kembali digelar di Puncak Gunung Agung di Hari Kemerdekaan, 17 Agustus 2022 mendatang.

Komang Kayun selaku Koordinator Guide Pendaki Gunung Agung Besakih, mengungkapkan, ada ratusan pendaki ranyakan prosesi rutin di Hari Kemerdekaan.

Sebagai besar wisatawan domestik di luar Kabupaten Karangasem.

Seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta.

"Banyak wisatawan dan rombongan yang sudah cari info terkait prosesi pengibaran bendera di Puncak Gunung Agung. Tadi ada beberapa orang menelpon meenanyakan upacara di atas Gunung Agung," kata Komang Kayun, Jumat17 Juni 2022 kemarin.

Pria asli Besakih memprediksi, wisatawan yang akan mendaki saat Hari Ulang Tahun (HUT) Indonesia bisa mencapai lima kali lipat hari biasanya.

Mengingat hampir 5 tahun tak dilaksanakan pengibaran bendara di atas puncak karena status Gunung Agung meningkat sejak tahun 2017.

"Sekarang banyak wisatawan domestik yang menanyakaan informasi pendakian saat Bulan Agustus. Terutama dari luar Karangasem. Seperti Jawa Timur, Jawa Brat, Jawa Tengah, Sumatra, dan Jakarta,"tambah I Komang Kayun, pria asal dri Temukus.

Ditambahkan, wisman dan domestik yang mendaki ke Gunung Agung menjelang 17 Agustus terus meningkat.

Perhari rata - rata wisatawan yang mendaki 50 orang lewat Jalur Pengubengan serta Jalur Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang. Belum jalur pndakian Pasar Agung

"Wisatawan yang mendaki sekarang rata - rata tujuannya ingin kemah diatas, sekalian melihat sunrise, sunset. Wisman yang naik kebanyakan dari Prancis. Klau wisdom rata - rata dari luar Bali,"imbuh I Komang Kayun.

Jumlah tersebut belum termasuk wisatawan yang mendaki dari jalur Pura Pasar Agung Sebudi, Sebudi, Kecamatan Selat, Pempatan, dan Kecamatan Bebandem.

Seandainya di kalkulasi semua mungkin bisa mencapai ratusan. Peendakian ke atas tetap harus pakai guide lokal.

"Wisatawan yang mendaki harus melibatkn pemandu lokal Gunung Agung Bali. Harapannya agar pendaki tetap mematuhi aturan yang berlaku. Terpenting yakni tidk melakukan hal - hal diluar moral. Guide lokal di Desa Besakih mencapai puluhan orang,"imbuh Kayun, warga asli Temukus.

Guide Lokal Besakih mendampingi para pendaki naik ke atas Gunung Agung melalui jalur Temukus, Besakih, Kec. Rendang.
Guide Lokal Besakih mendampingi para pendaki naik ke atas Gunung Agung melalui jalur Temukus, Besakih, Kec. Rendang. (istimewa)

Pihaknya berharap, wisatawan yang melakukaan pendakian terus meningkat. Sehingga bisa menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar. Para pendaki juga diminta untuk tetap mematuhi peraturan yang ditentukan desa adat serta guide lokal. Haarapannya agar slamat sampai tujuan

"Setelah status Gunung Agung diturunkan, peendaki bisa naik hingga ke puncak. Kondisi di atas juga sudah aman, tidak ada ancaman. Wisatawan yang mndaki juga merasa aman, nyaman. Biasanya pendaki naik pagi hari dan ad juga yang berangkat sore,"tambah Mangku, sapaan akrab.

Untuk diketahui, pendakian ke atas Gunung Agung sempat ditutup peetugas beberapa tahun karena aktivitas Guunung Agung meningkat. Pendakian ke puncak dibuka setalah status Gunung Agung turun dari waspada (level II) jadi normal (level I) oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana & Geologi.

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!