< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Inggris Yakin Rusia Tak akan Menang Lawan Ukraina

Jateng-tribun

TRIBUNJATENG.COM, Brussel - Laksamana Sir Tony Radakin, Kepala Angkatan Bersenjata Inggris, menegaskan bahwa Rusia telah 'secara strategi kalah' dalam perang di Ukraina, ketika Inggris mengumumkan lebih banyak dukungan untuk Kyiv dan Eropa Timur.

Menurut dia, kekuatan Rusia semakin berkurang, yang hanya mampu memperoleh teritorial kecil setelah hampir 4 bulan pertempuran, di mana telah secara efektif menguasai wilayah timur Ukraina, tetapi dengan biaya besar, yang diperkirakan seperempat dari sumber daya militernya.

Ia menyebut Rusia kehabisan pasukan dan rudal canggih, dan tidak akan pernah bisa mengambil alih sisa negara.

Sir Tony berbicara ketika Menteri Pertahanan Ben Wallace mengumumkan Inggris telah membeli lebih dari 20 senjata jarak jauh M109 untuk dikirim ke Ukraina.

Senjata buatan Belgia itu menembakkan peluru 155mm yang akurat hingga jarak 25 mil.

Inggris juga dapat mengirim lebih banyak pasukan ke Estonia dan memimpin sebuah brigade di sana, untuk mencegah Rusia menyerang negara Baltik itu.

Sir Tony menyatakan, invasi Rusia ke Ukraina adalah kesalahan yang mengerikan. Rusia dinilai tidak akan pernah menguasai Ukraina.

"Mesin Rusia sedang melaju, dan bertambah beberapa, 2, 3, 5 kilometer setiap hari. Tapi Presiden Putin telah menggunakan sekitar 25 persen dari kekuatan tentaranya untuk mendapatkan sejumlah kecil wilayah dan 50.000 orang tewas atau terluka."

"Rusia gagal. Mungkin mendapatkan beberapa keberhasilan taktis selama beberapa minggu terakhir. Dan itu mungkin berlanjut selama beberapa minggu ke depan. Tetapi Rusia kalah secara strategis."

"Salah satu alasannya adalah NATO lebih kuat, dengan Finlandia dan Swedia ingin bergabung. Dan kami mendukung Ukraina, yang telah menunjukkan betapa beraninya negara itu. Juga Inggris dalam hal ini untuk jangka panjang," papar Sir Tony. 

Menteri Pertahanan (Menhan) Inggris Ben Wallace, sebagaimana dilansir Sky News, Kamis (16/6), menyatakan, sekutu (NATO) mulai memberi Ukraina sistem artileri dan roket jarak jauh yang akan memungkinkan pasukan Ukraina menang.

Ia memperkirakan, persenjataan tersebut akan segera dapat membuat kemajuan signifikan di wilayah Ukraina timur. Selain itu, pasukan Ukraina juga dilatih tentang cara menggunakan senjata berat yang lebih kompleks.

Wallace menyatakan, bukan hanya tentang jumlah, tetapi juga tentang kemampuan dari sebuah sistem senjata dari Barat jika digunakan dengan benar.

Ditanya oleh Sky News apakah menurutnya sekutu memberi Ukraina cukup senjata untuk dapat memenangi perang, Wallace menjawab, “Ya, saya tahu. Saya pikir Ukraina telah dan akan memiliki kemampuan di tangan mereka untuk membuat kemajuan yang signifikan di timur negara, atau bahkan untuk mempertahankan tempat-tempat seperti Odessa,” lanjut Wallace.

Inggris telah membeli dan memperbarui lebih dari 20 senjata jarak jauh dari perusahaan senjata Belgia yang dikirim ke Ukraina. Wallace menyebut, ratusan rudal anti-kapal mulai mengalir ke Ukraina untuk membantu Kyiv bertahan melawan kapal perang.

Dia menambahkan, paket persenjataan terbaru yang dikirim ke Ukraina akan membuat pasukan Rusia kewalahan.

“Akan lebih sulit bagi mereka untuk melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Pertanyaan besar berikutnya adalah: Dapatkah Ukraina mendorong mereka kembali atau mendorong mereka ke luar? Dan hanya waktu yang akan menjawabnya,” tukasnya. (Kompas.com/Tribunnews)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!