< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Wapres Minta Pengusaha Nahdliyin Optimalkan Teknologi Digital

Koran-jakarta

JAKARTA- Pemerintah meminta para pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) lebih mengoptimalkan teknologi digital. Sebab, teknologi digital ke depan semakin dominan sebagai next industry standard. Dengan teknologi digital,  maka pengusaha dapat mengimbangi perkembangan standard industri tersebut.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam seminar daring bertajuk “Peran serta pengusaha Nahdliyin dalam revitalisasi ekonomi nasional di Jakarta, Jumat (9/10) mengatakan selain mengoptimalkan teknologi digital, pengusaha juga diimbau mendalami dan menangkap tren dunia terkait industri halal global.

“Apakah dalam bentuk halal finance melalui syariah finance and business, halal tourism, food, cosmetics, pharmaceutical, atau produk gunaan lainnya, hingga media,” kata Wapres.

Dalam kesempatan itu, Wapres juga mengapresiasi pembentukan jaringan investor tunggal atau angel investor untuk usaha rintisan (start up) halal , sebagai salah satu cara bagi Indonesia mengejar ketertinggalan pengembangan industri halal di tingkat global.

Jaringan investor yang diberi nama Indonesia Halal Startup Business Angle investor Network (IHSAN) tersebut dibentuk oleh Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) dengan dibantu oleh pengusaha asal Amerika Serikat sekaligus pendiri Halal Angels Network, Tausif Malik.

“Saya dengar HPN mulai serius menggarap start up business di kalangan millenialpreneur yang akan menggalang potensi investasi pengusaha muslim dari seluruh dunia. Ini adalah langkah nyata yang membanggakan dan butuh istiqamah untuk diperjuangkan,” kata Ma'ruf

Angel investor merupakan individu dengan kekayaan bersih tinggi yang menginvestasikan dananya untuk perusahaan rintisan. Biasanya, investor jenis tersebut mengutamakan pada upaya membantu perusahaan rintisan dan mengesampingkan laba.

Melalui program IHSAN, HPN berharap akan semakin banyak pengusaha start up dari para Nahdliyin untuk mengembangkan industri halal di Indonesia.

Oase Baru

Dalam seminar yang digelar dalam rangka Harlah ke-9 HPN itu juga menghadirkan beberapa narasumber seperti Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, Gubernur BI, Perry Warjiyo dan Menteri Koperasi/UKM Teten Masduki.

Melalui forum itu, HPN berharap dapat memberikan oase baru kepada pelaku usaha mikro dan menghidupkan sendi sendi ekonomi masyarakat di masa pandemi virus Covid 19 yang sudah hampir setahun menjadi pukulan berat bagi pengusaha di semua sektor.

“Besar harapan kami, Harlah HPN ini menjadi momentum kebangkitan dan stimulus ekonomi mikro melalui UMKM/IKM,” kata Pauline Dhini selaku panitia acara High Level Seminar itu.

Menurutnya, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional setelah terdampak pandemi Covid-19. Hal itu terlihat dari kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia terus meningkat sampai sekitar 60 persen di masa pra pandemi.

Penyerapan tenaga kerja oleh UMKM juga sangat tinggi dan terus bertumbuh mencapai 96,99 persen – 97,22 persen dengan jumlah pelaku UMKM mencapai 62 juta atau sekitar 98 persen dari pelaku usaha nasional.

Di sisi lain, UMKM juga menjadi sektor yang paling terpukul akibat wabah ini. Berdasarkan survei terhadap 202 pelaku usaha roti, biskuit, cake (kue), jajanan pasar, mie, pancake dan pastry di Surabaya dan Jakarta, disebutkan bahwa sekitar 94 persen UMKM terdampak Covid-19.bud/E-9

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!