< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Mahasiswa KKN Integrasi Abdimas UNRI Produksi Cincalok di Kota Dumai

Data Riau
DATARIAU.COM - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integrasi Abdimas  yang berada dibawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UNRI, laksanakan program pengolahan Cincalok di kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu nelayan,  dan beberapa warga kelurahan Mundam.

Cincalok sendiri merupakan makanan khas Melayu yang umumnya berbahan dasar udang rebon dan proses pembuatannya menggunakan fermentasi oleh bakteri asam laktat (BAL).

Imam Mahadi MSc selaku Dosen Pembimbing Lapangan sampaikan, “Produksi udang rebon di Mundam belum dimanfaatkan secara maksimal, ketika musim udang banyak itu hanya dijual secara mentah. Sementara potensi makanan khas daerah merupakan kearifan lokal, mereka sudah lama terlupakan dengan cincalok ini”.

Sebelumnya, udang rebon ini sudah dicampur dan diaduk dengan garam dan gula, lalu ditutup dengan rapat dan disimpan didalam suhu ruangan selama satu minggu agar bisa siap dikemas kedalam botol.

“Cincalok sudah sangat jarang ditemui di Mundam, karena orang-orang tua dulu, memanfaatkannya sebagai bahan makanan pokok campuran nasi,” ujar Rosnah, seorang warga kelurahan Mundam.

Cincalok yang sudah dikemas dalam botol, diberi label, dan siap dipasarkan dan akan menjadi makanan khas olahan udang rebon di Kelurahan Mundam. Untuk promosi dihargai sekitar Rp10.000-Rp20.000 dalam kemasan botol 250 gram,dan jika disimpan didalam kulkas bisa tahan hingga satu tahun.

“Dengan adanya pengolahan cincalok ini, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan nelayan pesisir. Kalau dijual langsung hanya seharga Rp5000. Nah, selain meningkatkan nilai jual, nilai pengawetan juga lebih tahan lama. Karna kalau udang sudah blooming atau sangat banyak, biasanya dijual dengan harga sangat murah, maka perlu dikembangkan menjadi olahan Khas Mundam,” tutup Imam. (rls)

Editor: Samsul

Sumber: Datariau.com

Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email
BAGIKAN:
LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!