< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Meski Sudah Dibuka, Turis Belum Kembali

Valid News

JAKARTA – Meski telah kembali dibuka, beberapa tempat wisata masih sepi dari kunjungan wisatawan. Kekhawatiran akan penularan covid-19 membuat wisata masih lesu.

Salah satunya di Sabang, Aceh. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang menyatakan destinasi wisata Sabang sepi pengunjung meskipun seluruh tempat wisata telah dibuka untuk umum sejak Juni.

"Secara umum kondisi pariwisata, tamu yang datang berkurang, walaupun memang tempat-tempat wisata telah dibuka, tapi masih sepi," kata Kepala Disbudpar Sabang di Banda Aceh, Jumat (7/8), dikutip dari Antara.

Dia menjelaskan, aktivitas di Sabang sempat ditutup saat covid-19 merebak di Indonesia. Namun, kini telah dibuka kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 tersebut.

Dalam pelaksanaan protokol Kesehatan, wisatawan yang ingin mengunjungi Pulau Weh wajib melampirkan surat keterangan kesehatan dari fasilitas kesehatan setempat bagi warga Aceh. Sedangkan warga luar Aceh wajib memiliki negatif hasil tes usap atau swab PCR.

"Tapi karena memang peraturan untuk pengunjung di luar Aceh harus pakai tes usap, itu mungkin yang sedikit agak rumit sehingga kondisi lesu," katanya.

Menurut dia, selama tahun 2020 ini memang kunjungan wisatawan banyak dari lokal, apalagi dihadapi dengan kondisi wabah pandemi covid-19 sehingga tingkat kunjungan menurun, bahkan tidak ada dalam dua bulan terakhir.

"Jadi memang dari dua bulan terakhir data yang kami terima nol kunjungan wisatawan, selama ini data akurat yang kami terima dari kantor Syahbandar," ujarnya.

Pemko Sabang berharap pandemi covid-19 ini segera berakhir, agar kondisi aktivitas pariwisata di pulau paling barat Indonesia tersebut kembali normal. Mengingat pariwisata menjadi mata pencaharian warga setempat.

"Destinasi kita siap, terbuka dan menerima pengunjung, tapi juga tetap menerapkan protokol kesehatan yang dijalankan dengan ketat oleh wisatawan dan pelaku wisata," ujarnya.

Serupa, Pantai Sipakario di Kelurahan Nipah-Nipah Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur juga sepi pengunjung, setelah dibuka kembali pada Iduladha. Sebelumnya, pantai tersebut menjadi favorit wisatawan lokal maupun dari daerah lain.

"Para pemilik warung yang berjualan di Pantai Sipakario merasakan dampak pandemi virus corona ke usaha mereka sejak pandemi," ungkap Subair, Pengelola Objek Wisata Pantai Sipakario ketika ditemui di Penajam, Jumat (7/8).

Sebelumnya, menurut Subair, pada hari-hari biasa belasan kendaraan berisikan pengunjung datang untuk menikmati suasana pantai, namun kini hanya satu atau dua saja itu pun tidak lama.

“Tetapi sejak dibuka kembali, pengunjung terus menurun. Dalam satu hari hanya belasan sampai dua puluh orang yang datang," tambah Subair.

Wisata pantai yang dikelola secara swadaya tersebut, jelas Subair, telah kembali ditata dengan menambahkan tempat berfoto dan jembatan kayu. Namun jumlah pengunjung belum normal.

"Pada hari libur atau Lebaran biasanya ribuan orang berkunjung ke Pantai Sipakario, tapi tahun ini sepi pengunjung, mungkin orang-orang masih takut untuk keluar rumah dan berkumpul," kata Subair. (Fin Harini)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!