< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Kasus Virus Corona di Cina Alami Penurunan, Tembok Besar Cina kembali Dibuka untuk Wisatawan

tribun palu

TRIBUNPALU.COM - Salah satu destina wisata terkenal di Cina yaitu Tembok Besar atau China's Great Wall kabarnya segera dibuka.

Sebelumnya lokasi wisata itu sempat ditutup lantaran adanya wabah virus corona.

Sebagaimana diketahui, kasus COVID-19 yang mewabah di awal tahun 2020 ini pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina.

Hingga kini, Cina menduduki peringkat teratas dengan laporan jumlah kasus terbanyak.

Meski begitu, dilaporkan bahwa saat ini mulai terjadi penurunan kasus.

Menyusul kabar baik itu, pemerintah setempat pun akhirnya membuka kawasan itu kembali.

Diwartakan oleh , tidak seluruh bagian dari Tembok Besar Cina akan dibuka dalam waktu dekat ini.

• WHO Ganti Social Distancing Jadi Physical Distancing untuk Bendung Corona,Ini Arti dan Penjelasannya

• Soroti Liburan KD ke Luar Neger di Tengah Wabah Corona, Dokter Ini Tulis Surat Terbuka untuk Jokowi

Melainkan hanya bagian Tembok Besar Badaling saja yang akan kembali dibuka untuk wisatawan.

Sementara, situs seperti museum akan tetap ditutup.

Namun ada sejumlah ketentuan yang harus diperhatikan jika ingin berkunjung ke kawasan itu.

Pertama, pengunjung harus memesan tiket secara daring.

Kedua, menunjukkan kode QR yang membuktikan bahwa mereka dalam kondisi sehat.

Ketiga, harus mengenakan masker pelindung.

Terakhir, pengunjung yang datang diwajibkan menjaga jarak satu sama lain.

Setidaknya antarpengunjung harus menjaga jarak sekira 1 meter.

• Virus Corona COVID-19 Merebak, Pelaksanaan SKB Penerimaan CPNS 2019 Resmi Ditunda

• Pulang dari Kolombia, Song Joong Ki Bakal Dikarantina Selama Dua Pekan

• Warga Korea Selatan Dilarang Masuk Yordania untuk Sementara, Film Baru Hyun Bin Tunda Jadwal Syuting

Sementara itu, dikutip dari laman , per Selasa (24/3/2020) ini tercatat ada 382 ribu kasus di seluruh dunia.

Dari sekian banyak kasus itu, 81 ribu di antaranya ditemukan di Cina.

Negara kedua dengan kasus virus corona terbanyak ialah Italia.

Setelah mengalami lonjakan dalam beberapa hari terakhir, saat ini tercatat ada 63 ribu kasus di sana.

Berikut ini TribunPalu.com merangkum 10 negara dengan kasus virus corona terbanyak.

*data dapat berubah sewaktu-waktu

1. Cina

Jumlah kasus: 81.558

Angka kematian: 3.281

Pasien dinyatakan pulih: 73.277

2. Italia

Jumlah kasus: 63.927

Angka kematian: 6.077

Pasien dinyatakan pulih: 7.432

3. Amerika Serikat

Jumlah kasus: 46.450

Angka kematian: 593

Pasien dinyatakan pulih: 178* (data belum diperbarui)

• Jokowi Ungkap Alasan Tak Berlakukan Lockdown di Indonesia: Paling Pas adalah Menjaga Jarak

• Jokowi: 105 Ribu Alat Pelindung Diri (APD) Siap Didistribusikan ke Sejumlah Daerah

4. Spanyol

Jumlah kasus: 35.212

Angka kematian: 2.316

Pasien dinyatakan pulih: 3.355

5. Jerman

Jumlah kasus: 29.056

Angka kematian: 123

Pasien dinyatakan pulih: 453

6. Iran

Jumlah kasus: 23.049

Angka kematian: 1.812

Pasien dinyatakan pulih: 8.376

7. Prancis

Jumlah kasus: 20.142

Angka kematian: 862

Pasien dinyatakan pulih: 2.207

8. Korea Selatan

Jumlah kasus: 9.037

Angka kematian: 120

Pasien dinyatakan pulih: 3.507

• Virus Corona Mewabah, Korea Selatan Kembangkan Pemeriksaan Secara Drive Thru

• Korea Selatan Kembangkan Aplikasi untuk Melacak Perkembangan Wabah Virus Corona

Tes virus corona drive thru di Korea Selatan
Tes virus corona drive thru di Korea Selatan (Twitter CNN)

9. Swiss

Jumlah kasus: 8.795

Angka kematian: 120

Pasien dinyatakan pulih: 131

10. Inggris

Jumlah kasus: 6.726

Angka kematian: 336

Pasien dinyatakan pulih: 140

(TribunPalu.com/Clarissa Fauzany)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!