< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Dendam Membara ke Amerika Serikat, Iran Eksekusi Mati 17 Mata-Mata CIA

Galamedianews

PEMERINTAH Iran mengancam bakal segera mengeksekusi sejumlah orang yang menjadi mata-mata Badan Intelijen Amerika Serikat atau CIA (Central Inteligent Agency) dan membocorkan informasi tentang program nuklir Teheran.

Hasil gambar untuk Gholamhossein Esmaili"

Juru bicara Pengadilan Iran Gholamhossein Esmaili mengatakan ada dua pria yang menjadi mata-mata untuk CIA. Satu orang dihukum 10 tahun penjara karena melakukan aktivitas spionase dan seorang lainnya pelanggar keamanan nasionl dihukum lima tahun penjara.

Salah seorang yang menjadi mata-mata CIA adalah Amir Rahimpour. Pegawai sebuah yayasan ini mendapat bayaran tinggi karena memberikan sebagian informasi nuklir Iran kepada AS.

Dikatakan Esmaili, Mahkamah Agung Iran menambah hukumannya dengan menvonis mati Amir setelah sebelumnya hanya dipenjara 10 tahun. "Ia akan melihat akibat tindakannya segera," ungkapnya

Namun Esmaili tidak membeberkan mengenai informasi tambahan tentang kewarganegaraan orang-orang tervonis tersebut.

Ia hanya menyatakan, Iran tak mengakui adanya kewarganegaraan ganda. Iran akan mengadili menuntut warga negara yang memiliki kewarganegaraan ganda.

Musim panas lalu, Iran mengumumkan pihaknya menangkap 17 orang di lingkaran spionase CIA. Sebagian di antara mereka telah dijatuhi hukuman mati.

Ketegangan memuncak antara Iran dan AS setelah Gedung Putih Washington membunuh komandan militer puncak Iran Qassem Soleimani dengan serangan drone di Baghdad pada 3 Januari. Hal itu pun mendorong Iran membalas dendam dengan serangan roket ke pangkalan AS di Irak.

Editor: H. D. Aditya

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!

Komentar Teratas

Kunjungi app