< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Pemilik Toko Sarankan Minyak Goreng yang Diduga Berasal dari Kapal Tenggelam Dikembalikan ke Agen

Tribun-bangka

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Hj Nana, seorang pemilik toko di Pasar Muntok, Kabupaten Bangka Barat, yakin minyak goreng Fortune kemasan 1 kilogram yang ditawarkan kepada dirinya belum lama ini, bukan hasil curian.

Minyak goreng tersebut sebelumnya disinyalir berasal dari kapal pengangkut minyak goreng dari Palembang tujuan Sungaiselan yang tenggelam beberapa waktu lalu.

Menurut Hj Nana, mungkin minyak goreng tersebut ditemukan warga atau nelayan dalam kondisi terapung dan hanyut di sekitar perairan Muntok.

Namun, bagi Hj Nana, tetap saja barang tersebut merupakan milik dan hak orang lain.

Untuk itu dirinya menyarankan barang temuan tersebut dikembalikan ke agen atau pihak berwenang.

" Ya saya yakin memang mereka tidak mencuri, mungkin nemu pas lagi melaut atau minyak itu hanyut dibawa arus, cuma kan tetap saja bukan hak kita, harusnya mereka kembalikan ke agen minta fee saja dari agennya," imbuh Hj Nana, Kamis (9/1/2019)

Minyak Goreng Dijual Murah di Muntok

Sebelumnya diberitakan, di balik musibah tenggelamnya kapal KM Permata Biru, beredar isu muatan kapal berupa rarusan ton minyak goreng kemasan fortune dijual ke Pasar, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Tak hanya di pasar saja, namun minyak goreng kemasan 1 kilogram tersebut juga kabarnya ditawarkan melalui forum Jual Beli Muntok.

Harga yang ditawarkanpun lebih murah dibandingkan harga pasar umumnya.

Bangkapos.com sempat menelusuri akun facebook yang menawarkan minyak goreng merek fortune 1 kilogram tersebut yang ditawarkan di forum jual beli Muntok tersebut, namun postingan tersebut telah hilang.

Harian ini kemudian, menelusuri informasi tersebut ke sejumlah pedagang di Pasar Muntok Bangka Barat.

Kamis (9/1/2019) sore, harian ini bertemu Hj Nana, pedagang di Pasar Muntok Bangka Barat.

Nana tak menampik jika beberapa hari ini dirinya sempat mendapat tawaran minyak goreng fortune ukuran satu kilogram dari seseorang yang tak ia kenal.

Harga yang ditawarkan pun jauh lebih murah yakni Rp 8.000 sampai Rp 9.000 untuk kemasan satu kilogram.

Namun, ditolak Hj Nana karena khawatir barang yang dijual merupakan muatan kapal KM Permata Biru yang tenggelam, Minggu (5/1/2019) lalu.

"Beberapa hari ini ada terus yang nawarin minyak goreng fortune ukuran satu kilo. Cuma saya tidak mau karena itu hak orang. Biar murah atau gratis sekalipun saya tidak mau. Harga yang ditawar memang murah delapan sampai sembilan ribu. Kalau harga normalnya dua belas ribu," kata Nana kepada Bangkapos.com, di toko miliknya, Kamis (9/1/2019).

Titik Kordinat Ditemukan

Titik kordinat tenggelamnya Kapal KM Permata Biru yang mengangkut ratusan ton minyak goreng ditemukan.

Petugas keselamatn berlayar Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Muntok, Bangka Barat, Bambang mengatakan titik kordinat tenggelamnya KM Permata Biru, berada di perairan Bayuasin, Palembang, Sumatera Selatan.

Beberapa hari sebelumnya owner kapal, sempat menyambangi kantor KSOP Muntok. Mereka telah meminta bantuan pihak kepolisian, memantau sekaligus mengamnkan titik kordinat tersebut.

"Kalau titik kordinat tenggelamnya sudah ditemukan dan masuk Perairan Bayuasin Palembang. Kemarin owner kapal juga telah minta polisi mengamankan titik itu," kata Bambang kepada Bangkapos.com di Kantor KSOP Muntok, di jalan Tanjungkalian, Kamis (9/1/2019)

Diberitakan sebelumnya Lima Anak Buah Kapal (ABK) dan Kapten kapal KM Permata Biru, yang karam dan tenggelam diperairan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Minggu (5/1/2019) kemarin selamat.

ABK dan Kapten Kapal tersebut yakni Suheni (Kapten), dan empat ABK lain Evandi, Rahmat Arianda, Teguh

dan Jajang

Sebelumnya Kapal bermuatan ratusan ton minyak goreng tersebut dikabarkan karam dan tenggelam di perairan Muntok, Bangka Barat. Kapal tersebut bertolak dari Palembang, menuju Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah. 

Anggap Musibah

Petugas Keselamatn Berlayar Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Muntok, Bangka Barat, Bambang  menyebutkan Owner Kapal KM Permata Biru, mengatakan tenggelamnya kapal pengangkut ratusan ton minyak goreng Minggu (5/1/2019) kemarin sebagai musibah.

Sebelumnya ratusan minyak goreng kemasan Fortune tersebut diangkut KM Permata Biru dari PT SAP Palembang menuju Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah

Menurutnya, yang terpenting bagi Owner KM Permata Biru, lima awak kapal Suheni (Kapten), dan empat ABK lain Evandi, Rahmat Arianda, Teguh dan Jajang selamat dari musibah tersebut.

Sedangkan mengenai, kargo barang yang sampai saat inj belum menentukan sikap.

Bambang, menyebut sampai saat ini baru owner kapal yang datang dan berkordinasi dengan pihaknya.

Sementara perusahaan kargo pemilik barang belum menentukan sikap.

"Kalau owner kapalnya tidak ada masalah, karena mereka menganggap itu musibah. Tapi tidak tahu dengan cargo barangnya, sampai saat ini belum ada berkomunikasi dengan kami. Harusnya mereka berkordinasi dengan kami," kata Bambang kepada Bangkapos.com saat ditemui dikantornya, Kamis (9/1/2020). (Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!