< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Ini Perempuan-perempuan Dalam Pemilu Legislatif 2019

Kabarmakassar
Ini Perempuan-perempuan Dalam Pemilu Legislatif 2019

Ilustrasi.(Ist)

KabarMakassar.com -- Lima srikandi dari empat partai besar akan terlihat dalam perang Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2018.

Diketahui, Kontestasi pemilihan anggota legislatif akan diramaikan sejumlah istri kepala daerah dan kandidat perempuan yang maju sebagai Calon Legislatif (Caleg).

Diketahui, Istri Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Indira Jusuf Ismail maju sebagai calon anggota legislatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui partai Perindo bersama mantan anggota DPRD Makassar, Muhyina Muin yang juga calon wali kota Makassar pada Pilwalkot 2013 lalu.

Disamping itu, istri Suardi Saleh (Bupati Barru) Hasnah Syam juga maju di dapil II Sulsel bersama mantan calon Wakil Walikota Makassar, Andi Rahmatika Dewi di dapil 1 Makassar A. melalui Nasional Demokrat (NasDem) untuk kursi DPR RI bersaing dengan Andi Citta Mariogi Idris, istri mantan bupati Idris Syukur, yang berjalan bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan). 

Sedangkan Rismayani A Hamid, istri Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid akan ikut bertarung melalui Partai Golongan Karya (Golkar).

Tidak ketinggalan, Andi Tenrikarta Mudzakkar yang merupakan istri Bupati Luwu Andi Mudzakkar, istri Bupati Jeneponto Iksan Iskandar yakni Hamsiah, Siti Isniyah Hatibu sebagai istri Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto, Irma Andriani pasangan dari Bupati Takalar Syamsari Kitta ikut masuk dalam memperebutkan kursi Caleg.

Perlu diketahui, partisipasi perempuan dalam Pemilihan Legislatif telah diatur dalam UU tahun 2003 Tentang Pemilu yang mana keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30 persen dalam pencalonan anggota legislatif. Diperkuat di Peraturan KPU yang baru Nomor 20 Tahun 2018 pasal 6 bahwa daftar calon wajib memuat keterakilan perempuan paling sedikit 30 persen di setiap dapil.

Dalam hal penghitungan 30 persen bakal calon perempuan di setiap dapil menghasilkan angka pecahan maka akan dilakukan pembulatan ke atas dan partai politik yang tidak memenuhi ketentuan tersebut maka tidak dapat diterima.


Pemprov 1

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!