< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Studi: Muncul Penyakit Baru Pasca Anak Terinfeksi COVID-19

Viva

VIVA – Orang lanjut usia dan mereka yang memiliki kekebalan tubuh yang rendah, adalah orang-orang yang paling berisiko mengalami infeksi parah, bahkan kematian akibat virus corona atau COVID-19. 

Sedangkan laporan-laporan tertentu menunjukkan, anak-anak tidak menunjukkan gejala yang parah saat terinfeksi virus yang berasal dari China itu. Namun, komplikasi serius dari paparan COVID-19 pasca infeksi, sedang terlihat pada anak-anak di AS dan Inggris. 

Kondisi peradangan multisistem ini menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa pada anak-anak dalam kelompok usia 0 hingga 19 tahun. Dokter telah memerhatikan bahwa itu mirip dengan sindrom penyakit syok, Kawasaki, demikian menurut Times of India.  

Sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkn dalam jurnal Radiology, menyoroti temuan anak-anak yang didiagnosis dengan kondisi inflamasi multisistem. Beberapa temuan ini termasuk perubahan inflamasi intraabdomen yang luas, inflamasi jalan nafas, aneurisma arteri koroner, dan perkembangan edema paru. 

Menurut penelitian, Evelina London Children's Hospital di London, Inggris, mendapati sejumlah besar kasus pada anak-anak dengan sindrom inflamasi multisistem. Anak-anak menunjukkan berbagai gejala yang agak mirip secara klinis dengan sindrom penyakit syok Kawasaki. Beberapa gejalanya antara lain, demam, sakit kepala, sakit perut, ruam dan konjungtivis. 

"Rumah sakit kami melihat sekelompok anak yang belum pernah terjadi sebelumnya yang datang dengan MIS-C, sebuah sindrom hiperinflamasi baru pada anak-anak terkait dengan saat ini pandemi COVID-19 - pengakuan yang mengarah pada peringatan nasional," ujar penulis utama dalam penelitian ini, Shema Hameed, MBBS, yang merupakan konsultan radiologi pediatrik di Evelina London Children's Hospital.

Para peneliti meninjau temuan klinis, pencitraan dan laboratorium dari 35 anak pertama (di bawah 17 tahun) yang dirawat di rumah sakit untuk MIS-C (Multisystem Inflammatory Syndrome in Children). Usia rata-rata anak adalah 11 tahun. 

Beberapa gejala yang paling umum yang tercatat pada MIS-C pasca COVID-19 adalah demam (33 anak), gejala gastrointestinal termasuk sakit perut, muntah dan diare pada 30 anak, ruam (13 anak) dan konjungtivitis (9 anak). Penelitian ini juga mengungkapkan semua anak memiliki kadar sel darah putih yang tidak normal. 

Pola yang muncul dari temuan, menunjuk pada peradangan saluran napas, edema paru yang progresif cepat, aneurisma arteri koroner dan perubahan inflamasi abdomen yang luas dalam fossa iliakan kanan pada anak-anak dengan post COVID-19 MIS-C.

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!