< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Gubernur BI: Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Terus Menguat

Timlo

Timlo.net — Nilai tukar Rupiah masih berpotensi untuk terus menguat dalam beberapa waktu ke depan. Potensi penguatan nilai tukar Rupiah didukung oleh beberapa faktor fundamental. Seperti inflasi yang rendah dan terkendali, defisit transaksi berjalan yang rendah, imbal hasil aset keuangan domestik yang kompetitif, dan premi risiko Indonesia yang mulai menurun.

“Bank Indonesia memandang level nilai tukar Rupiah secara fundamental masih undervalued sehingga berpotensi terus menguat dan dapat mendukung pemulihan ekonomi domestik,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (24/6).

“Untuk mendukung efektivitas kebijakan nilai tukar, Bank Indonesia terus mengoptimalkan operasi moneter guna memastikan bekerjanya mekanisme pasar dan ketersediaan likuiditas baik di pasar uang maupun pasar valas,” ujarnya, sebagaimana diwartakan di laman infopublik.id.

Untuk diketahui, nilai tukar Rupiah terus menguat seiring berlanjutnya aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik. Sampai dengan 17 Juni 2020, nilai tukar Rupiah mengalami apresiasi sebesar 3,75 persen secara point to point atau 5,69 persen secara rerata dibandingkan dengan level Mei 2020, meskipun masih terdepresiasi sebesar 1,42 persen bila dibandingkan dengan level akhir 2019.

Berlanjutnya penguatan Rupiah ditopang oleh meredanya ketidakpastian pasar keuangan global serta tingginya daya tarik aset keuangan domestik dan terjaganya kepercayaan investor asing terhadap prospek kondisi ekonomi Indonesia.

Sementara itu, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengakui bahwa stabilitas nilai tukar rupiah masih menghadapi tantangan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan stabilitas nilai tukar juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik yang masih menghadapi tantangan.

“Namun demikian, Kemenkeu memastikan akan terus menjaga stabilitas rupiah,” kata Sri Mulyani.

Editor : Wahyu Wibowo
LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!