< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Tes Corona di Indonesia Masih Sangat Jauh dari Perintah WHO

law-justice.co

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (kompas)

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (kompas)

Jakarta, law-justice.co - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memerintahkan semua negara di dunia untuk meningkatkan tes covid-19. Namun, di Indonesia sendiri hal itu masih jauh dari yang dianjurkan tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa yang mengatakan bahwa tes corona di Indonesia masih sangat sedikit. Ada pun yang direkomendasikan WHO adalah sebanyak 30 ribu per minggunya.

"Sayangnya 11-12 ribu itu pun ada time delay antara orang tes hari ini, itu belum tentu diumumkan 2-3 hari ke depan tapi bisa jadi 2 minggu kedepan," katanya di Gedung DPR RI sepereti dikutip dari cnbcindonesia, Senin (22/6/2020).

Untuk mengejar angka dari WHO itu, dia mengatakan Presiden Joko Widodo telah meminta agar jumlah tes hingga 20.000 per minggu.

Baca juga : Hapus Komersialisasi Pendidikan

Dengan jumlah tes yang kecil, dan waktu keluar hasilnya yang cukup lama membuat kasus di beberapa daerah, seperti di Jawa Timur melonjak drastis. Pasalnya, hasilnya tak keluar secara bersamaan.

"Ini mengakibatkan data-data kita terjadi di Jatim ini mengejutkan kita dan sistem Kesehatan nasional mengingatkan kita perlu pembenahan," jelasnya.

Dengan kejadian seperti ini, pemerintah kata dia siap memperbaiki sektor kesehatan pada tahun depan. Dia mengaku dengan adanya pandemi tahun ini, memperlihatkan masih banyak yang belum sejalan.

Nantinya, dalam upaya perbaikan itu, pemerintah akan memprioritaskan penanganan penyakit tuberculosis (TBC) di Indonesia. Sebab, kini Indonesia menjadi negara ketiga dengan kasus terbanyak mencapai 900 ribu orang.

"Kalau kematian TBC diumumkan akan banyak orang Indonesia gelisah. 14-15 orang wafat per jam (karena TBC)," tutupnya.

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!