< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

46 Hotel & Restoran di DIY Buka Pada Juni, Penggunaan Kamar & Kolam Renang Diatur Ketat

Harianjogja

Harianjogja.com, JOGJA—DIY terus bersiap menyambut new normal yang akan berlaku pada Juli nanti. Pada Selasa (2/6/2020), Gubernur DIY Sri Sultan HB X bertemu dengan sejumlah asosiasi usaha membicarakan progres kesiapan masing-masing bidang.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo menuturkan saat ini asosiasi pariwisata seperti Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association Of The Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita), dan lainnya sedang merampungkan prosedur standar atau SOP new normal yang mencakup kebersihan, kesehatan, dan keamanan atau cleaness health security (CHS).

Ia menargetkan SOP ini sudah selesai dan disampaikan pada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY pda pekan ini, sehingga pekan depan penerapan SOP sudah bisa disimulasikan. “Setelah itu dievaluasi bagaimana pelaksanaan di ekosistem pariwisata seperti transportasi, biro perjalanan dan sebagainya,” ungkapnya.

Dalam rapat ini kata dia, Gubernur DIY menegaskan kembali agar kita tidak perlu tergesa-gesa dalam menerapkan new normal. Segala keperluan menuju new normal tetap harus disiapkan dengan matang di setiap bidang, tidak saja perisiapan fisik seperti tempat cuci tangan, tetapi juga sumber daya manusia. “Kalau sudah siap semua, disertai rekomendasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19, baru kami mulai new normal pada aktivitas pariwisata,” katanya.

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranawa Eryana, menuturkan pada Juni ini, sebanyak 22 hotel dan restoran kembali beroperasi. Dengan tambahan ini, total yang beroperasi sebanyak 46 hotel dan restoran, dari total 469 hotel dan restoran yang tergabung dalam PHRI DIY.

Seperti yang dikatakan Singgih, pada Juni ini PHRI akan mengujicobakan SOP yang telah disepakati. “Untuk hotel dan restoran yang buka harus menyiapkan infrastruktur dan SDM. Perlu biaya dan edukasi, karyawan dan tamu harus jalankan protokol,” kata dia.

Ia berharap penerapan SOP new normal bisa berjalan dengan baik sehingga tidak menimbulkan klaster baru dari hotel dan restoran. Jika kondisi pandemi covid-19 bisa stabil dan menurun, pada Juli new normal sudah bisa diterapkan di sector pariwisata.

Secara nasional beberapa daerah masih menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sehingga PHRI DIY menargetkan segmen pasar hotel dan restoran sebatas warga DIY dan sekitarnya. “Orang yang stress di rumah bisa menginap di hotel. Pendatang yang belum diterima oleh keluarga atau masyarakat, paket stay bisa 14 hari, sebulan dan seterusnya.”

Ia mengungkapkan sekitar 15% hotel dan restoran yang hendak buka memerlukan modal awal untuk mempersiapkan infrastruktur dan SDM.  Hal ini penting karena hampir tiga bulan terakhir pemasukan sangat minim, sementara pemilik masih berusaha mempertahankan karyawan agar sebisa mungkin tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sejumlah ketentuan baru akan diterapkan. Ia mencontohkan tidak semua kamar dibuka. Kamar yang telah dipakai harus dilakukan disinfektan  dan didiamkan selama sehari. Sementara, kolam renang selebar delapan meter maksimal digunakan untuk lima orang. Jika lebarnya lebih dari itu, bisa diisi tujuh orang atau menyesuikan. “Tidak boleh satu kolam renang untuk 20 orang,” ungkapnya.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIY, Surya Ananta, menuturkan saat ini, mal tetap beroperasi sesuai protokol kesehatan. “Kami mengajak masyarakat berbelanja ke mal dengan aman, mengikuti protokol yang sudah ditentukan,” katanya.

Ia mengungkapkan sebelum pandemi, segmen pasar mal adalah penduduk di sekitar DIY, Jateng bahkan Jakarta. Pada masa pandemi, segmen pasar menurun drastis. Ia berharap dengan berlakunya new normal, perekonomian dapat meningkat kembali seperti sebelumnya.

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!