< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Pantai Parangtritis Mulai Disiapkan Jadi Pilot Project New Normal

Indonesiana
Pengunjung berada di kawasan wisata Pantai Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta, 27 Juni 2017. Saat libur lebaran 2017 sejumlah destinasi wisata pantai di Daerah Istimewa Yogyakarta dipadati pengunjung. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

Pengunjung berada di kawasan wisata Pantai Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta, 27 Juni 2017. Saat libur lebaran 2017 sejumlah destinasi wisata pantai di Daerah Istimewa Yogyakarta dipadati pengunjung. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

TEMPO.CO, Yogyakarta - Destinasi wisata andalan di selatan Yogyakarta, Pantai Parangtritis dipersiapkan sebagai pilot project penerapan new normal pandemi Covid-19. Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan Pantai Parangtritis, hutan pinus Dlingo atau Mangunan, dan Goa Selarong kemungkinan akan mulai uji coba pada akhir Juni 2020.

"Rencana pembukaan destinasi wisata itu tetap melihat perkembangan kasus pandemi Covid-19 di Yogyakarta," ujar Kwintarto kepada Tempo, Selasa 2 Juni 2020. "Kalau memang selama Juni 2020 kasus melandai, akhir bulan ini bisa mulai uji coba dibuka dengan protokol kesehatan ketat."

Kwintarto menuturkan, awalnya Bantul hanya mengajukan rekomendasi uji coba new normal untuk Hutan Pinus Mangunan dan Goa Selarong kepada Pemerintah DI Yogyakarta. Ada pula Kabupaten Sleman yang mengajukan objek wisata Kaliurang dan Tebing Breksi.

Suasana di Pantai Parangtritis menjelang senja yang biasanya dipadati pengunjung sebelum pandemi Covid-19. Namun sejak wabah merebak, pantai ini sepi. TEMPO | Pribadi Wicaksono

Di Hutan Pinus Dlingo atau Mangunan itu sendiri setidaknya ada tiga lokasi wisata yang diusulkan untuk dibuka, yakni Hutan Pinus Asri, Puncak Becici, dan Puncak Pengger. "Namun akhirnya Parangtritis juga kami persiapkan karena itu juga ikon wisata Yogyakarta," ujar Kwintarto.

Kwintarto menjelaskan, usulan untuk Goa Selarong dan Hutan Pinus Mangunan diprioritaskan karena zona-nya relatif terbatas untuk menjalankan protokol kesehatan dan ada kelompok masyarakat yang turut mengelola. Hal itu akan memudahkan koordinasi dalam penerapan protokol kesehatan.

Adapun Pantai Parangtritis memiliki jangkauan yang luas dan punya banyak akses sehingga butuh perlakuan khusus saat menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Untuk mengatur agar petugas dan pengunjung Pantai Parangtritis bisa menerapkan protokol kesehatan, menurut Kwintarta, bisa jadi nanti aksesnya dibuat satu pintu setelah pos retribusi. Selama di sana, wisatawan juga dilarang melepas masker atau pelindung wajah, serta tak boleh bergerombol.

Suasana di Pantai Parangtritis Yogyakarta beberapa bulan ini sepi wisatawan akibat pandemi Covid-19. TEMPO | Pribadi Wicaksono

Kwintarto menuturkan protokol kesehatan Covid-19, seperti pengecekan suhu tubuh dan tempat cuci tangan bagi wisatawan juga wajib dijalankan di seluruh objek wisata Bantul yang jadi percontohan new normal. Kwintarto menambahkan, tahapan uji coba pembukaan objek wisata tersebut akan dimulai dengan rampungnya standar operasional prosedur atau SOP protokol kesehatan bidang pariwisata yang disusun oleh Dinas Pariwisata DI Yogyakarta pada 5 Juni 2020.

Setelah itu, pematangan dan sosialisasi SOP. Tahap selanjutnya disosialisasikan dan masuk tahap simulasi di objek wisata yang akan jadi percontohan. Tahap akhir baru dilakukan uji coba. "Kami belum bisa menyebut tanggal berapa akan diuji coba karena harus merampungkan tahapan itu sekaligus melihat kasus Covid-19, apakah grafiknya naik atau melandai," ujarnya.

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!