< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Seberapa Efektif Face Shield Tangkal Corona?

Data Riau
Foto: Int
DATARIAU.COM - Selain masker, salah satu upaya mencegah virus Korona saat ini sebagian orang juga menggunakan face shield atau pelindung wajah. Jenisnya macam-macam, ada yang terbuat dari kaca, plastik, atau bahan mika. Ternyata pelindung wajah memang efektif membantu  menangkal penularan virus corona.

Dilansir dari Science Times, Senin (1/6), seorang dokter penyakit menular di Universitas Iowa dan Sistem Perawatan Kesehatan Urusan Veteran Kota Iowa, dr. Eli Perencevich mengatakan, ia mengenakan pelindung wajah setiap kali ia memasuki bangunan apa pun. Tak hanya itu, dia juga menambahkan penggunaan masker bedah.

Dalam sebuah artikel bulan lalu di JAMA, dia mengulas bagaimana pelindung wajah plastik bening dapat membantu mengurangi penularan penyakit menular. Tapi akan lebih efektif jika menambahkan langkah-langkah pada kesehatan masyarakat seperti pengujian massal, pelacakan kontrak, jarak sosial, dan kebersihan tangan.

Pelindung Wajah sebagai Bagian dari Norma Baru

The New York Times melaporkan bahwa ketika sekolah mulai dibuka kembali bulan depan di Singapura, siswa dan guru akan menerima pelindung wajah. Lalu para ahli kesehatan setempat merekomendasikan para guru di Philadelphia untuk mengenakan pelindung wajah ketika sekolah dibuka kembali, seperti yang diminta oleh serikat guru di Palo Alto, California.

Di rumah sakit, pelindung wajah memang menjadi 'senjata' tenaga medis. Terutama bagi dokter dan perawat dalam melakukan prosedur seperti intubasi pasien Covud-19.

Seorang ahli dermatologi, yang berafiliasi dengan Brigham and Women's Hospital di Boston, Sherry Yu, mengatakan, face shield bisa melindungi mata dan seluruh wajah dari tetesan yang mungkin membawa virus. Apalagi pelindung wajah itu juga mudah dibersihkan kembali.

"Dapat diresterilisasi dan dibersihkan oleh pengguna, sehingga dapat digunakan kembali tanpa batas waktu sampai beberapa komponen pecah atau retak," kata Dr. Yu.

Face shield dapat didesinfeksi menggunakan alkohol atau bilas dengan sabun dan air agar bebas kontaminan lagi. Di sisi lain, masker bedah dan masker N95 biasanya dibuang setelah setiap penggunaan.

Apakah Pelindung Wajah Efektif?

Sebuah studi simulasi batuk pada 2014 menunjukkan bahwa perisai dapat mengurangi paparan virus oleh pengguna sebesar 96 persen ketika dipakai dalam jarak 18 inci dari seseorang yang batuk. Namun, ketika berjauhan bicara dengan orang lain, pelindung wajah mungkin tidak diperlukan.

Kekurangannya, pelindung wajah tidak seefektif masker N95 jika mengobrol atau kontak dalam jarak dekat. Misalnya jika seseorang menghadap ke samping, atau seseorang di batuk belakang, atau jika seseorang berdiri batuk atau bersin.

Juga tidak ada penelitian tentang seberapa baik pelindung wajah melindungi orang lain dari penularan virus. Maka penting untuk tetap memakai masker saat menggunakan pelindung wajah.(*)

Editor: Ruslan Efendi

Sumber: Jawapos.com

Ingin kirim berita? Silahkan hubungi redaksi melalui WhatsApp +62812-7688-7672 atau email
BAGIKAN:
LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!