< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Khomarudin Kebanjiran Pesanan Face Shield Jelang Tahun Ajaran Baru Sekolah

Jateng-tribun

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Khomarudin kebanjiran pesanan face shield atau pelindung wajah menjelang tahun ajaran baru sekolahan.

Face shield buatan Mas Kombir sapaan akrabnya, tidak menggunakan bahan mika.

• Warga Boyolali yang Dulu Buka Kafan & Mandikan Jenazah Covid-19 Terima Kenyataan Pahit, Ini Kabarnya

• Viral Warung Makan Jual Ikan Gurame 3 Porsi Rp 1,3 Juta

• Penampakan Pocong Gegerkan Warga Purbalingga, Polisi hingga Ahli Spiritual Ikut Memburu

• Ini Isi DM Luna Maya Kepada Syahrini Saat Tahu Reino Barack Susul Inces di London

Namun berbahan akrilik yang memiliki lapisan lebih tebal.

Selain itu, uniknya para konsumen bisa memesan sesuai permintaan berupa stiker nama yang disematkan pada bagian muka face shield tersebut.

Dia biasa memproduksi face shield tersebut di bengkel Kombir Art yang berada di Jalan Karimun Jawa Nomor 12 Kelurahan Timuran Kecamatan Banjarsari Solo.

Kombir mulai merintis usaha face shield itu sebelum memasuki lebaran tahun ini.

Adanya wabah virus corona turut berdampak terhadap usaha patung, piala, dan vandel miliknya.

"Sejak adanya pandemi corona, usaha patung, piala dan vandel dibatalkan.

Juga jarang ada kejuaraan.

Makanya berfikir membuat usaha yang laku dijual.

Terus mencoba membuat face shield," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (1/6/2020).

Dia menjelaskan, memilih bahan akrilik dari pada mika karena lapisannya lebih tebal dan tidak membutuhkan waktu lama dalam proses pembuatannya.

Ketebalan lapisan akrilik pada face shield buatannya berukuran 1,5 mili meter.

Meskipun lebih tebal, lapisan akrilik dapat dibentuk melengkung dengan mudah menggunakan alat pemanas khusus.

Pasca lebaran terutama seperti momen sebelum memasuki tahun ajaran baru sekolahan dalam waktu dekat ini.

Mayoritas pemesan berasal dari sekitar Solo serta luar daerah seperti Jakarta, Bandung dan beberapa kota lainnya di wilayah Indonesia.

"Kebanyakan pesanan dari kalangan sekolahan swasta.

Sebelumnya sudah kirim sekitar 2.000 buah.

Ini masih ada yang belum dikerjakan sekitar 600 buah," ungkapnya.

Para pemesan sengaja meminta menyematkan tulisan nama pada bagian muka face shield supaya tidak tertukar dan mudah dikenali.

Kombir memasarkan face shield buatannya melalui Media Sosial.

Harga satu buah face shield dibandrol dengan harga berkisar Rp 50 ribu sampai Rp 70 ribu.

Pemesan sekaligus pengampu di SMPN 2 Mojolaban Sukoharjo, Budi Rahmawati mengungkapkan, sengaja memesan face shield itu untuk persiapan memasuki tahun ajaran baru.

Selain untuk kedua anaknya, Budi juga menawarkan kepada beberapa wali muridnya.

"Saya tawarkan ke wali murid.

Kebetulan ada yang mau.

Ini mau ambil pesanan 20 buah.

Itu untuk wali murid.

Para wali murid meminta ada namanya supaya tidak tertukar," ujarnya.

Menurutnya, apabila peserta didik mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan mengenakan masker dalam waktu durasi lama, tidak baik untuk kesehatan.

"Kan tidak mungkin mulai pukul 07.00 -12.00 pakai masker.

Kan kalau pakai masker ada percampuran udara yang dihirup dan udara yang dikelurakan dalam masker.

Kalau pakai masker kan sirkulasi udaranya bahus dan aman," tuturnya. (Ais).

• Viral Niat Beli Pelampung Untuk Berenang yang Datang Malah Mengejutkan

• Ikuti Upacara Virtual Peringatan Hari Lahir Pancasila, Bupati Haryanto Bahas New Normal di Pati

• Menegangkan Kejar-kejaran Polisi vs Debt Collector Perampas Truk di Pekalongan

• Tol Ungaran Terdampak Longsor Masih Dibuka Satu Lajur

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!