< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Gugus Tugas: Gelombang Kedua Corona Seharusnya Tidak Terjadi

Cnnindonesia
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito siap mengantisipasi gelombang kedua pandemi  di Indonesia. Namun, ia mengingatkan kepatuhan masyarakat terhadap  dapat mencegah gelombang kedua tersebut.

"Gelombang kedua seharusnya tidak terjadi, tapi kita harus siap untuk mengantisipasi," ujar Wiku dalam jumpa pers, Kamis (14/5).

Wiku mengatakan, gelombang kedua pandemi corona akan terjadi apabila warga tidak mengikuti saran pemerintah untuk menjalankan protokol kesehatan. Untuk itu ia mengingatkan agar warga disiplin menerapkan perilaku hidup sehat dengan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

"Gelombang kedua hanya terjadi di wilayah di mana orang tidak mematuhi rekomendasi kesehatan. Maka disiplin menerapkan perilaku hidup sehat itu direkomendasikan dalam menghadapi ancaman gelombang kedua corona," katanya.

Pemerintah sebelumnya telah menyatakan bakal mengantisipasi gelombang kedua pandemi corona dengan mengambil pelajaran dari negara lain.

Berkaca dari penanganan corona di Hokkaido, kota pertama darurat corona di Jepang itu sempat berhasil menekan laju penyebaran corona. Namun tak lama kondisi darurat kembali diberlakukan di wilayah tersebut.

Pemerintah disebut akan mengadaptasi kebijakan negara lain yang memang sesuai dengan kondisi dan karakter Indonesia yang terdiri dari banyak pulau.

Data corona terbaru di Indonesia per 14 Mei 2020 diketahui mencapai 16.006 kasus. Sebanyak 1.043 orang di antaranya meninggal dan 3.518 orang dinyatakan sembuh.

(pris/sfr)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!