< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Jumlah Korban Meninggal Virus Corona Prancis Salip Spanyol

Indonesiana
Sejumlah perawat menangani pasien virus Corona di rumah sakit Cardiologique du Nord di Paris, Prancis, 22 April 2020. Hingga Selasa (28/4), jumlah kematian akibat COVID-19 telah berjumlah 211.522 jiwa. REUTERS

Sejumlah perawat menangani pasien virus Corona di rumah sakit Cardiologique du Nord di Paris, Prancis, 22 April 2020. Hingga Selasa (28/4), jumlah kematian akibat COVID-19 telah berjumlah 211.522 jiwa. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Korban meninggal virus corona di Prancis naik 348 kasus menjadi 26.991 pada hari Selasa, menyalip total kematian Spanyol dan menjadi negara dengan jumlah kematian tertinggi keempat di dunia setelah Amerika Serikat, Inggris, dan Italia.

Data resmi menunjukkan tingkat korban jiwa virus corona Prancis membuntuti Spanyol selama beberapa minggu, dengan korban kedua negara di atas 22.000 sejak 24 April dan Spanyol kurang dari 100 lebih dari Prancis selama beberapa hari pekan lalu.

Dikutip dari Reuters, 13 Mei 2020, pada Selasa angka kematian Covid-19 Amerika Serikat mencapai 80.606, Inggris 32.065 dan Italia 30.911. Sementara Spanyol membuntuti Prancis dengan 26.920.

Pada hari kedua setelah lockdown nasional yang ketat dilonggarkan, pemerintah Presiden Emmanuel Macron menegaskan bahwa pihaknya siap untuk memperketat pembatasan lagi jika perlu.

Koordinator pengendalian virus corona pemerintah Jean Castex mengatakan kepada anggota parlemen bahwa 36 jam pertama pelonggaran lockdown telah berjalan sesuai rencana, dan mengatakan tantangan terbesar dalam menjaga jarak sosial adalah angkutan umum di daerah berpenduduk padat.

"Kita harus mempertimbangkan kemungkinan mengembalikan lockdown. Jika indikator tertentu memburuk, kami akan memperketat tindakan lagi, mungkin berdasarkan wilayah," kata Castex.

Sejumlah warga Prancis terlihat menikmati aktivitas di salah satu taman di Paris pada 10 Mei 2020. Reuters

Pada akhir Senin, pemerintah telah melarang konsumsi alkohol di sepanjang daerah Canal Saint-Martin yang populer di timur Paris, di mana kelompok-kelompok anak muda berinteraksi tanpa mematuhi jarak sosial.

Pemerintah pusat juga menjaga agar taman-taman Paris yang populer seperti Jardin du Luxembourg ditutup, meskipun ada permintaan dari Wali Kota Anne Hidalgo untuk membuka taman agar untuk memberi warga Paris lebih banyak ruang untuk menghirup udara segar.

Kementerian kesehatan mengatakan jumlah infeksi Covid-19 di rumah sakit turun lagi menjadi 21.595 dari 22.284 pada hari Senin, melanjutkan tren penurunan yang telah berlangsung selama empat minggu.

Jumlah orang dalam perawatan intensif juga terus menurun dengan penurunan sebesar 170 atau 6,3% menjadi 2.542 dari 7.000 lebih pada awal April saat puncak krisis.

Jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi meningkat 708 menjadi 140.227 pada hari Selasa, naik dari 456 pada hari Senin. Termasuk 37.988 kasus yang dicurigai (orang dalam pemantauan/ODP) atau naik 94, jumlah total kasus terkonfirmasi dan ODP naik 802 menjadi 178.225, menempatkan Prancis di posisi keenam di seluruh dunia dengan indikator ini.

Pemerintah telah mengatakan akan mempertimbangkan untuk menerapkan lockdown nasional lagi jika infeksi baru setiap hari naik di atas 3.000. Dalam enam hari terakhir, jumlah kasus virus corona Prancis meningkat rata-rata sekitar 670 per hari.

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!