< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Demonstrasi Anti-Pemerintah di Hong Kong Mulai Bangkit Lagi

Indonesiainside
Anti-parallel trading protesters shout slogans during a march at Sheung Shui, a border town in Hong Kong, China July 13, 2019. REUTERS/Tyrone Siu

Indonesiainside.id, Hong Kong – Aksi Protes di Hong Kong mulai marak kembali. Ratusan orang berkumpul di beberapa pusat perbelanjaan untuk menyerukan kemerdekaan dan pengunduran diri pemimpin kota yang didukung Beijing, Minggu (10/5).

Hong kong, tahun lalu diguncang oleh demonstrasi berbulan-bulan yang dipicu oleh RUU ekstradisi yang sekarang sudah dihilangkan. Demonstrasi kemudian berubah menjadi gerakan pro-demokrasi yang lebih luas, tetapi penangkapan massal dan pandemi virus corona, menjadikan aksi protes masuk pada periode tenang dalam beberapa bulan terakhir.

Tetapi dengan Hong Kong yang berhasil meratakan kurva infeksi Covid-19, terjadi kebangkitan baru dalam protes anti-pemerintah selama beberapa minggu terakhir.

Demonstrasi dalam skala kecil pecah di setidaknya delapan pusat perbelanjaan sepanjang Ahad (10/5), mendorong polisi anti huru hara untuk masuk dan membubarkan kerumunan aktivis dan pembeli di Hari Ibu.

Dilansir dari Aljazeera, setidaknya tiga penangkapan dilakukan, sementara kelompok petugas melakukan pengecekan dan pencarian.

Cuplikan langsung juga menunjukkan polisi mengeluarkan denda 2.000 dolar Hong Kong atau sekitar Rp3,8 juta, kepada mereka yang diduga melanggar langkah-langkah anti-virus darurat yang melarang lebih dari delapan orang berkumpul di tempat umum.

“Ini hanya pemanasan, gerakan protes kami harus dimulai lagi,” seorang mahasiswa yang menyebut namanya ‘B’ mengatakan kepada kantor berita AFP.

“Ini pertanda bahwa gerakan ini kembali hidup, kita semua harus bangun sekarang.”

Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, yang didukung penuh oleh Beijing, memiliki peringkat dukungan yang rendah dari warga.

Dia sebelumnya berjanji untuk menyatukan perpecahan, tetapi pemerintahannya hanya menawarkan sedikit cara rekonsiliasi atau solusi politik.

Sebelumnya, Rabu lalu, kantor urusan Cina-Hong Kong mengecam para pengunjuk rasa sebagai virus politik, memperingatkan wilayah itu tidak akan pernah tenang sampai para demonstran ditangkap. (CK)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!