< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Pemkot Depok Belum Dapat Bantuan APD, Petugas Kesehatan Sementara Pakai Jas Hujan

wartakota

Laporan Wartawan Warta Kota, Vini Rizki Amelia

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK -- Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana mengatakan di tengah keterbatasan Persediaan stok Alat Pelindung Diri (APD) mengaku salut atas perjuangan para tenaga medis.

Ketika langkanya APD para petugas kesehatan puskesmas terpaksa harus menggunakan jas hujan plastik untuk digunakan sebagai APD.

Dadang mengatakan hal itu adalah kreasi dan swadaya para tenaga kesehatan di tengah keterbatasan APD pada situasi yang sangat darurat.

• Dua Orang Ini Belanja Pakai APD, Sementara Petugas Puskesmas Pakai Jas Hujan Saat Tangani Pasein

Dengan adanya tindakan tersebut, Dadang mengaku hal itu adalah bentuk perjuangan tim medis yang harus dihargai.

Dan mewakili Pemkot Depok, Dadang mengucapkan terima kasih atas pengorbanan mereka.

"Saat ini kami sedang melakukan pengadaan APD melalui anggaran Belanja Tidak Terduga termasuk untuk pemenuhan kebutuhan puskesmas-puskesmas," kata Dadang.

• Wakil Wali Kota Depok Langsung Telepon Terawan Meminta Suplai APD Untuk Tim Medis

Kata Dadang persediaan stok Alat Pelindung Diri (APD) di Rumah Sakit dan Puskesmas yang ada di Kota Depok saat ini masih sangat terbatas.

"Karena APD sangat langka di pasaran sehingga kami kesulitan dalam pengadaan barang, akan tetapi, kami terus berupaya mengakses ke banyak distributor untuk penyediaan APD ini," kata Dadang melalui surat resmi Tim Gugus Tugas PP Covid-19 yang diterima wartawan di Depok, Jumat (27/3/2020).

• RSUD Budhi Asih Kekurangan APD untuk Tangani Pasien Covid-19, Ini Daftar APD yang Dibutuhkan

Dadang mengaku, hingga saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Depok belum juga menerima bantuan kiriman APD dari Provinsi Jawa Barat.

"Sedangkan dari pemerintah pusat diberikan sangat terbatas bersamaan dengan alat Rapid Test," kata Dadang.

Lowongan pekerjaan di RSUD Kota Depok

Sementara itu, dalam rangka pemenuhan kebutuhan Sumber Daya Manusia di RSUD Kota Depok sebagai rumah sakit rujukan untuk kasus ringan dan sedang untuk penanganan kasus COVID-19.

Dadang mengatakan RSUD Kota Depok telah membuka lowongan pekerjaan untuk formasi pegawai tidak tetap sebagaimana yang tertuang pada surat Pengumuman Direktur RSUD Kota Depok Nomor : 445/557-UPEP tanggal 19 Maret 2020.

"Dimana formasi tenaga kesehatan yang diperlukan sebanyak 39 orang dan tenaga non kesehatan sebanyak 16 orang. Untuk informasi lengkap dapat di akses di website depok.go.id," katanya.

Saat ini, kata Dadang, sudah banyak bergabung relawan yang secara sukarela dan swadaya dalam pencegahan dan penanganan COVID-19 di Kota Depok.

"Jika ada relawan baik medis maupun non medis yang akan bergabung, silakan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pada hotline 08111232222," katanya.

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!

Komentar Teratas

Kunjungi app