< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Minimnya APD, Membuat Paguyuban Penjahit Rumahan Membuat Baju Alat Pelindung Diri

POJOK PITU
Meski tidak standar, paling tidak bisa meminimalisir paparan virus corona ini. Nantinya, baju-baju ini akan dibagikan ke tenaga medis se Kota Probolinggo secara gratis.

Salah satunya paguyuban penjahit rumahan di Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Jawa Timur.

Meski bahan dari plastik atau pvc vinyl, namun paling tidak bisa meminimalisir paparan virus korona. Saat tim medis melakukan pemeriksaan awal, sampai nanti baju APD standar WHO datang.

Baju ini dirancang seperti katelpak, celana dan baju langsung menyambung jadi satu, dan pastinya dilengkapi penutup kepala. Sebelum didijahit, lembaran plastik PVC di mal dan digunting seusai ukuran.

Baru langkah selanjutnya dijahit. Kesulitan menjahit plastik, selain mudah robek, juga plastik licin sehingga jarum jahit bisa keluar dari garis.

Ririn Dwi Kartikowati, penjahit, dia sangat miris melihat tenaga medis mengenakan baju APD dari jas hujan. Dari sana dia tergerak untuk membuat satu-persatu baju APD. Dalam sehari dia bisa membuat 15 sampai 17 baju APD.

Sementara itu menurut Reni Windi Astuti, desainer, sampai sejauh ini sudah 4 penjahit rumahan bergabung, dia berharap ada lagi penjahit-penjahit ikut bergabung. Untuk lembaran plastik PVC dapat sumbangan dari donatur.

Paguyuban penjahit Kota Probolinggo berharap, ada penjahit-penjahit lain yang ikut bergabung, dalam membuat baju APD untuk tim medis. Nantinya setelah semua selesai, baju-baju ini akan dibagikan untuk tenaga kesehatan secara gratis. (yos)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!