< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

VIRAL Foto Tenaga Medis Pakai APD Jas Hujan & Tas Kresek di RSUD Pamekasan, Ketua Tim Beber Faktanya

Surya-tribun

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN - Foto tenaga medis memakai alat pelindung diri (APD) dari jas hujan dan kresek viral di media sosial. 

Diduga tim medis ini bertugas di RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Foto ini kali pertama diunggah akun Facebook Muhyatun, Minggu (22/3/2020) sekitar pukul 11.20 WIB .

Tampak di foto itu tim medis perempuan memakai Alat Pelindung Diri (APD) jas hujan mulai dari kepala hingga tubuh.

Tampak pula bagian paha hingga kakinya dibungkus pakai kresek.

Dalam unggahan di beranda status FB Muhyatun, dia menulis: 

"Ini ga tega banget ya Allah, tolong bantu share teman-teman agar tenaga medis di RSUD. DR. H. SLAMET MARTODIRDJO PAMEKASAN segera mendapatkan bantuan APD, dan keperluan lainnya," tulisnya.

Selain menulis itu, Muhyatun juga membagikan dua foto di beranda status FBnya.

Dua foto tersebut tampak seorang perempuan tenaga medis yang menangani pasien khusus virus corona di RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan membungkus tubuhnya memakai jas hujan.

Di bagian kepalanya juga tampak dibungkus plastik kresek berwarna hijau.

Begitu pula di bagian paha hingga kakinya tampak dibungkus kresek berwarna kuning.

Dalam foto yang diunggah oleh Muhyatun juga tertera sebuah tulisan: 

"Rumah sakit kami pusat rujukan PDP. APD kami sangat terbatas," isi tulisannya sembari dibumbuhi emoticon menangis.

"Mohon dicukupi APD kami, terima kasih," tambahnya.

Tulisan tersebut tampak di tag ke akun Instagram @badrutrajae, @khofifah.ip, @terawanagusputranto, @jokowi.

Hingga Sabtu (28/3/2020), foto yang diunggah oleh Mahyatun itu disukai sebanyak 55 orang dan dibagikan sebanyak 483 kali serta dikomentari oleh 37 orang.

Foto seorang perempuan tim medis yang bertugas menangani pasien terjangkit virus corona (Covid-19) di RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan, Madura yang viral di media sosial Facebook (FB) saat memakai APD jas hujan dan bersepatu kresek.
Foto seorang perempuan tim medis yang bertugas menangani pasien terjangkit virus corona (Covid-19) di RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan, Madura yang viral di media sosial Facebook (FB) saat memakai APD jas hujan dan bersepatu kresek. (tribun madura/kuswanto)

Menanggapi beredarnya foto tersebut, Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan, dr. Syaiful Hidayat langsung buka suara.

Dia membenarkan bahwa foto yang beredar viral di FB itu adalah salah satu anggotanya yang juga bertugas sebagai tim medis yang menangani pasien yang terjangkit virus corona.

Waktu itu kata dia, dalam keadaan genting ketika awal-awal menerima dan merawat pasien yang diduga positif corona.

Berhubung alat APD dikala itu masih belum siap dan sedang direncanakan, pihaknya langsung mengambil langkah dadakan untuk membungkus tubuh para tim medis dengan jas hujan dan memakai sepatu kresek sebagai pengganti sepatu boots.

"Jadi memang sepatu yang dipakai tim medis itu pakai kresek. Tubuhnya juga dibungkus jas hujan. Terus masker yang dipakai harusnya N95 (standar) tapi waktu itu kami pakai masker bedah," kata Syaiful Hidayat kepada TribunMadura.com saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (28/3/2020).

Syaiful Hidayat juga mengakui, bahwa di awal-awal memang tim medis yang ditugaskan menangani pasien terjangkit virus corona di RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan tidak memiliki APD yang standard.

Namun saat ini kata dia sudah banyak bantuan APD yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Sampai saat ini kita terus mengusahakan kelengkapan APD itu. Kemarin sudah ada yang sampai bantuan kiriman sepatu boots sebanyak 50 pasang dari Pemprov Jatim," ujarnya.

Untuk saat ini kata Syaiful Hidayat sebagai langkah antisipasi persiapan penanganan pasien yang terpapar virus corona, pihaknya butuh sekitar 500 APD.

Sementara ini, APD yang dimiliki RSUD Pamekasan diakuinya tersedia sebanyak 50 hingga 100 APD.

"Kalau APD yang dari Pemkab katanya masih dianggarkan. Saya kurang tahu managemen anggaranny kayak apa di sini," pungkasnya. 

Ibu-ibu ke Pasar Pakai APD 

Foto warga mengenakan alat pelindung diri (APD) berupa baju Hazardous Material (Hazmat) saat berbelanja ke pasar viral di media sosial.

Foto ini kali pertama diunggah akun Facebook @Hanifah Yuniarti. 

Akun ini mengunggah dua orang mengenakan APD warna putih tengah berbelanja.

"Ini salah satu penyebab kelangkaan APD buat kalangan medis. 

Apa coba sampe ke pasar dipake segala baju buat ruang isolasi dan g ketinggalan sarung tangan bedah wkwkwkwkwk...," tulis akun @Hanifah Yuniarti.   

Di bagian lain, ada juga foto seorang berpakai APD tengah berada di sebuah gerai makanan. 

Foto ini pun langsung membuat heboh karena Pakaian Alat Pelindung Diri (APD) ini mestinya hanya boleh dikenakan petugas medis.

Foto ibu-ibu belanja pakai APD viral di media sosial.
Foto ibu-ibu belanja pakai APD viral di media sosial. (Facebook)

Ketua Fraksi PSI DPRD Surabaya, William Wirakusuma menyesalkan kejadian itu.

"Terlepas itu benar atau tidak. Tapi saya menduga itu terjadi di Surabaya Barat. Apa pun itu, kami menyayangkan," kata William, Kamis (26/3/2020).

Menurutnya, Hazmat itu bukan untuk keperluan pribadi.

Bebas mengenakannya untuk berbelanja ke pasar atau supermaket.

William juga meminta agar masyarakat tidak memborong hazmat agar tidak terjadi kelangkaan barang di distributor.

"Kami juga memohon dengan sangat, agar toko-toko online di sosmed seperti Instagram dan Facebook tidak menawarkan Penjualan Hazmat untuk keperluan pribadi " imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi PSI dan anggota Komisi D Tjutjuk Supariono menyampaikan bahwa ketersediaan Hazmat untuk tenaga medis harus selalu dijaga.

"Hazmat merupakan perlengkapan yang sangat penting bagi tenaga medis yang berada di garis depan dalam melawan korona." ujar Tjutjuk.

"Kami minta kepada masyarakat yang terlanjur membeli hazmat untuk menyumbangkan APD tersebut kepada pihak Rumah Sakit. Mari semua melawan virus Covid-19, seluruh warga Surabaya harus bergotong-royong dan saling membantu," kata Sekretaris Fraksi PSI DPRD Surabaya.

• Reaksi Warga Soal Bilik Sterilisasi disinfektan yang Dibangun di Sejumlah Fasum oleh Pemkot Surabaya

• PDP Covid-19 di Bojonegoro yang Meninggal Hasil Tes Swab Belum Keluar, di Sidoarjo 4 Pasien Sembuh

• Kronologi Oknum Polisi Gresik Cabuli Mertua 7 Kali, Fakta Tak Terduga Terungkap di Ponselnya

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!