< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Corona Semakin Mewabah, Ternyata Masih Ada 5 Provinsi di Indonesia yang Terbebas dari Covid-19

tribun palu

TRIBUNPALU.COM - Virus corona Covid-19 mulai mewabah di Indonesia.

Adapun virus corona di Indonesia telah menjangkit sebanyak 1.046 pasien pada Jumat (27/3/2020) sore hari kemarin.

Jumlah pasien positif virus corona ini meningkat sebanyak 153 orang dari yang sebelumnya.

Selain itu, terdapat pula pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 11 orang.

 Sehingga, jumlah total pasien yang sembuh bertambah menjadi 46 orang.

Namun, kasus kematian bertambah 9 orang sehingga total pasien meninggal dunia berjumlah 87 orang.

Ternyata dari sekian banyak yang positif hingga akhirnya meninggal, ada lima provinsi yang hingga kini belum menemukan warganya terinfeksi positif corona.

Lima provinsi tersebut adalah:

1. Bengkulu

2. Kepulauan Bangka Belitung

3. Gorontalo

4. Kalimantan Utara, dan

5. Nusa Tenggara Timur.

• Di Tengah Wabah Corona, Jokowi Sampaikan Sejumlah Kabar Baik, Berharap Bisa Ringankan Beban Rakyat

• Kecepatan dalam Melawan Corona Menurun, Jepang Dikhawatirkan akan Alami Keruntuhan Medis

Meski demikian kelima provinsi itu sudah melaporkan sejumlah warganya dalam pengawasan terkait virus corona. Secara rinci data virus corona setiap provinsi adalah sebagai berikut: 

1. DKI Jakarta: total 598 Positif, 31 sembuh, dan 51 meninggal dunia

2. Jawa Barat: total 98 Positif, 5 sembuh, dan 14 meninggal dunia

3. Banten: total 84 Positif, 1 sembuh, dan 4 meninggal dunia

4. Jawa Timur: total 66 Positif, 8 sembuh, dan 4 meninggal dunia

5. Jawa Tengah: total 43 Positif, 0 sembuh, dan 6 meninggal dunia

6. Sulawesi Selatan: total 29 Positif, 0 sembuh, dan 1 meninggal dunia

7. DI Yogyakarta: total 22 Positif, 1 sembuh, dan 2 meninggal dunia

8. Kalimantan Timur: total 11 Positif, 0 sembuh, dan 0 meninggal dunia

9. Bali: total 9 Positif, 0 sembuh, dan 2 meninggal dunia

10. Sumatera Utara: total 8 Positif, 0 sembuh, dan 1 meninggal dunia

11. Papua: total 7 Positif, 0 sembuh, dan 0 meninggal dunia

12. Kalimantan Tengah: total 6 Positif, 0 sembuh, dan 0 meninggal dunia

13. Kepulauan Riau: total 5 Positif, 0 sembuh, dan 1 meninggal dunia

14. Sumatera Barat: total 5 Positif, 0 sembuh, dan 0 meninggal dunia

15. Lampung: total 4 Positif, 0 sembuh, dan 0 meninggal dunia

16. Aceh: total 4 Positif, 0 sembuh, dan 0 meninggal dunia

17. Sulawesi Tenggara: total 3 Positif, 0 sembuh, dan 0 meninggal dunia

18. Kalimantan Barat: total 3 Positif, 0 sembuh, dan 0 meninggal dunia

19. Nusa Tenggara Barat: total 2 Positif, 0 sembuh, dan 0 meninggal dunia 

20. Sulawesi Utara: total 2 Positif, 0 sembuh, dan 0 meninggal dunia

21. Papua Barat: total 2 Positif, 0 sembuh, dan 1 meninggal dunia

22. Jambi: total 1 Positif, 0 sembuh, dan 0 meninggal dunia

23. Maluku: total 1 Positif, 0 sembuh, dan 0 meninggal dunia

24. Maluku Utara: total 1 Positif, 0 sembuh, dan 0 meninggal dunia

25. Kalimantan Selatan: total 1 Positif, 0 sembuh, dan 0 meninggal dunia

26. Riau: total 1 Positif, 0 sembuh, dan 0 meninggal dunia

27. Sulawesi Tengah: total 1 Positif, 0 sembuh, dan 0 meninggal dunia

28. Sumatera Selatan: total 1 Positif, 0 sembuh, dan 1 meninggal dunia

• Semangati Andrea Dian yang Tengah Diisolasi, Ganindra Bimo Janjikan Hal Ini ke Sang Istri

• Sembuh dari Corona, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana Ceritakan Perjuangannya Lawan Covid-19

Dari kasus tersebut, pemerintah pun membuat berbagai kebijakan untuk masyarakat di tengah virus corona.

Salah satunya, diputuskannya untuk meniadakan Ujian Nasional (UN) untuk SMK dan SMA yang seharusnya diadakan Maret 2020.

Selain itu, berikut beberapa kebijakan yang diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo yang mungkin menjadi kabar baik untuk masyarkat Indonesia.

1. Penambahan nominal bagi penerima kartu sembako

Presiden Jokowi bicara di forum KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Bogor, Kamis malam, 26 Maret 2020. (Tribunnews.com/Taufik Ismail)
Presiden Jokowi bicara di forum KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Bogor, Kamis malam, 26 Maret 2020. (Tribunnews.com/Taufik Ismail)

Dilansir dari tayangan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah akan menambah Rp 50 ribu untuk setiap penerima kartu sembako selama enam bulan.

"Kepada penerima kartu sembako, pemerintah memberikan tambahan sebesar Rp 50 ribu per keluarga penerima sehingga menjadi Rp 200 ribu per keluarga penerima yang akan diberikan selama enam bulan," jelas Jokowi.

• MUI Keluarkan Tentang Pedoman Mengurus Jenazah Pasien Covid-19, Berikut Isinya

2. Menunda pembayaran angsuran bagi pelaku UMKM selama 1 tahun

Tak hanya itu, Presiden juga memberikan kabar baik bagi masyarakat terutama bagi pelaku usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Kepada pelaku UMKM, OJK, Otoritas Jasa Keuangan akan memberikan releksasi kredit UMKM untuk nilai kredit di bawah Rp 10 miliar, baik untuk kredit yang diberikan perbankan maupun industri keuangan non bank."

"Asalkan digunakan untuk usaha, akan diberikan penurunan bunga dan penundaan cicilan sampe satu tahun," ujar Jokowi.

"Oleh karena itu, kepada tukang ojek, supir taksi yang sedang kredit kendaraan bermotor, dan kredit modil, nelayan yang sedang kredit perahu, tidak perlu khawatir, pembayaran bunga dan angsuran diberikan kelonggaran satu tahun," tambahnya.

Bahkan, Presiden langsung memberikan larangan bagi pemberi kredit untuk tidak menagih angsuran pada pelaku UMKM selama satu tahun, apa lagi jika menggunakan depkolektor.

"Pihak perbankan maupun industri keuangan non bank dilarang mengejar-ngejar angsuran apa lagi menggunakan jasa penagihan atau depkolektor, itu dilarang, saya minta pihak kepolisian mencatat hal ini," tegasnya.

3. Memberikan bantuan pada masyarakat penghasilan rendah yang sedang mengkredit rumah

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 20 Maret 2020 (youtube sekretariat presiden)
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 20 Maret 2020 (youtube sekretariat presiden)

Presiden juga mengumumkan soal kebijakan pemerintah yang akan membantu masyarakat berpenghasilan rendah yang sedang mengkredit rumah.

"Kepada masyarakat penghasian randah sedang melakukan kredit rumah bersubsidi, pemeirntah juga memberikan dua stimulus, yaitu subsidi selisih bunga selama 10 tahun," jelas Jokowi.

"Jika bunga di atas 5 persen, maka selisih besaran bunganya akan dibayar pemerintah," tambahnya.

"Pemerintah juga akan memberikan subsidi bantuan uang muka bagi yang akan mengambil kredit rumah bersubsidi," tegasnya.

Tak Semua Orang Ternyata Bisa Tertular Virus Corona,Begini Cara Mengetahuinya

Baru-baru ini pada ilmuwan menyatakan bahwa tidak semua orang bisa tertular Covid-19.

Ilustrasi petugas medis lakukan tindakan untuk pasien terjangkit virus corona
Ilustrasi petugas medis lakukan tindakan untuk pasien terjangkit virus corona (EPA via AlJazeera)

Tak perlu khawatir, setiap orang bisa mengetahui apakah tubuhnya kebal dengan virus corona ini atau tidak.

Mengutip dari Daily Star pada Selasa (24/03), Para Ilmuwan mengembangkan sebuah alat tes untuk mendeteksi kekebalan terhadap virus corona.

Peneliti dari New York berencana meluncurkan detektor antibodi ini dalam beberapa hari ke depan.

Artinya, ini mengisyaratkan bahwa tidak semua orang bisa terinfeksi virus corona hal itu tergantung imunitas seseorang.

Siapapun yang diverifikasi memiliki kekebalan tertentu akan diizinkan keluar dan melakukan kontak sosial penuh, demikian laporan tersebut disampaikan.

Karena mereka dianggap tidak akan menularkan virus.

Antibodi dari memerangi virus corona disebut akan terbentuk setelah tujuh hari.

Tetapi ini masih terlalu dini untuk mengatakan berapa lama kekebalan ini akan bertahan, sementara wabah ini terus merajalela di mana-mana.

Pencipta alat uji ini Dr Florian Kramer mengatakan, bahwa tes ini mudah dan murah, untuk skala besar.

"Begitu itu terjadi, orang-orang ini mungkin lebih aman untuk melakukan kegiatan normal, tanpa takut dengan risiko terinfeksi atau menginfeksi orang," katanya.

"Ini menjadi hal penting, terutama bagi mereka pekerja umum seperti perawat, dokter, pemadam kebakaran, polisi dan lainnya," jelasnya.

zodiak olahraga sehat
Tubuh sehat (Freepik.com)

"Sangat senang mereka tidak akan membahayakan diri sendiri dan orang lain, dengan kembali bekerja tanpa takut menyebarkan penyakit," imbuhnya.

Mantan Komisaris FDA Scott Gottlieb menambahkan, "Jika sebagian besar, masyarakat memiliki perlindungan pihak berwenang lebih percaya diri dan sedikit mengandalkan tindakan invasif."

Tes anti virus corona ini akan memberikan hasilnya dalam 45 menit.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat telah menyetujui uji diagnostik cepat untuk digunakan di rumah sakit dan ruang gawat darurat di Amerika.

Dia mengatakan, "Orang mungkin bisa terinfeksi kembali setelah mereka meningkatkan respon imun yang baik dan meningkatkan antibodi."

Ini dikembangkan oleh Cepheid, sebuah perusahaan diagnostik molekular yang berbasis di California.

Namun tidak dijelaskan, siapa orang 'kebal' yang dimaksud, apakah mereka yang belum pernah terinfeksi atau mereka yang baru saja pulih dari virus corona.

Sejauh ini penelitian terakhir tentang potensi tertular virus corona menyebutkan, golongan darah A lebih rentan sementara orang dengan golongan darah O lebih minim terinfeksi virus corona. (*)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!