< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Beli Kebutuhan Pokok di Pasar Tradisional di Tangerang Bisa Secara Online, Langsung Diantar ke Rumah

wartakota

Di tengah wabah virus corona atau Covid-19, masyarakat bisa beli kebutuhan pokok di pasar tradisional secara online.

Saat ini pelayanan beli kebutuhan pokok pasar tradisional online tersebut telah tersedia di wilayah Tangerang.

Adanya pelayanan beli kebutuhan pokok secara online di pasar tradisional Tangerang, sebagai bentuk antisipasi penyebaran wabah virus corona atau Covid-19.

Mengingat, pemerintah telah menerapkan kebijakan dengan menerapkan social distancing di seluruh wilayah di Indonesia.

• Pembatalan Tiket KA Jarak Jauh Selama Masa Tanggap Darurat Virus Corona Bisa Dilakukan Secara Online

• Halodoc, Kemenkes RI, dan GoJek Hadirkan Layanan Telemedicine, Konsultasi Online Gejala COVID-19

• Physical Distancing, PLN Imbau Masyarakat Laporkan Pemakaian Listrik Lewat Online

Terkait pembelian kebutuhan pokok di pasar tradisional secara online tersebut, diterapkan pihak PD Pasar Kota Tangerang.

PD Pasar Kota Tangerang yang terapkan belanja kebutuhan pangan masyarakat secara online melalui saluran telepon.

Menurut Direktur Utama PD Pasar Kota Tangerang Titin Mulyati, saat ini masyarakat dapat beli kebutuhan pokok secara online.

Sehingga tidak perlu pergi ke pasar guna menghindari kerumunan.

“Saat wabah corona begini, kami upayakan belanja online guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19"

"Caranya mudah, masyarakat tinggal menghubungi para pedagang melalui sambungan telepon yang terdaftar,” ujarnya Titin, Rabu (25/3/2020).

Sambutan positif pun datang dari warga Kebon Nanas Tangerang yakni Sri.

Dirinya mengaku terbantu dengan adanya belanja online aneka produk pasar tersebut.

Di tengah wabah virus corona atau Covid-19, masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok di pasar tradisional di Tangerang secara online, Rabu (25/3/2020).
Di tengah wabah virus corona atau Covid-19, masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok di pasar tradisional di Tangerang secara online, Rabu (25/3/2020). (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Terlebih saat kondisi yang tak terduga saat ini.

“Dengan adanya ini, kami merasa lebih aman sih, enggak perlu datang ke pasar. Cukup telepon saja," ungkapnya.

Pemesanan langsung dilakukan oleh pembeli kepada puluhan pedagang dengan sistem pengantaran atas kesepakatan antara pedagang dan konsumen.

Mulai dari sembako, ikan basah, daging ayam, sayuran, buah dan lainnya.

Di tengah wabah virus corona atau Covid-19, masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok di pasar tradisional di Tangerang secara online, Rabu (25/3/2020)
Di tengah wabah virus corona atau Covid-19, masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok di pasar tradisional di Tangerang secara online, Rabu (25/3/2020) (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Adapun dua pasar yang sudah beroperasi yaitu Pasar Anyar dan Pasar Poris Indah.

Nomor hotline Pasar Anyar 08561572636, yang layani dari Senin-Minggu, 06.00 WIB s/d 17.00 WIB.

Nomor hotline Pasar Poris Indah 081281222866, yang layani dari Senin-Minggu, 06.00 sampai 12.00 WIB.

Pemprov DKI Hentikan Sementara Operasi Pasar Murah

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta terpaksa hentikan sementara pelaksanaan Operasi Pasar Murah di lima wilayah kota administrasi setempat. 

Operasi yang sedianya digelar pada Senin (23/3/2020) dan Selasa (24/3/2020) ini dilakukan sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Sebab, antrean dan kerumunan yang terjadi saat operasi pasar rawan penyebaran virus corona.

Apalagi tingkat interaksi masyarakat di sana cenderung tinggi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elizabeth Ratu Ranteallo mengatakan, penundaan Operasi Pasar Murah tersebut dilakukan di sepuluh lokasi titik yang tersebar di lima wilayah Jakarta.

Di antaranya Pasar Pal Meriam, Pasar Cidodol, Kantor Kecamatan Tanah Abang, Pasar Pademangan Barat, Pasar Tambora, Pasar Pondok Bambu, Pasar Bukit Duri, Pasar Gondangdia, Pasar Tugu, dan Pasar Slipi.

Sebelumnya, Operasi Pasar Murah telah berlangsung sejak Rabu (18/3) yang telah berjalan aman dan lancar.

Namun, pada hari kelima yakni Minggu (22/3) sempat membludak karena antusiasme warga yang berakibat tidak menjaga jarak aman (social distancing).

“Penundaan Operasi Pasar Murah tersebut dilakukan guna menghindari keramaian sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Ratu berdasarkan keterangan yang diterima pada Senin (23/3/2020).

Ratu mengatakan, pihaknya telah menurunkan petugas dari Dinas PPKUKM yang berkolaborasi dengan pihak Bulog, Sugar Corporations, dan Pasar Jaya.

Tujuannya untuk memberikan arahan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga jarak aman satu meter pada saat antre untuk mengantisipasi virus corona.

Namun karena antusiasme warga, jarak aman menjadi terabaikan.

“Kami akan terus lakukan evaluasi terkait hal ini,” katanya.

Ke depan, pelaksanaan Operasi Pasar Murah akan dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan WHO, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Yaitu dengan social distancing 1 (satu) meter, serta akan dipastikan setiap yang datang memakai masker.

“Harapannya, masyarakat tetap aman dan terjamin untuk mendapatkan kebutuhan pangan (beras, minyak, dan gula) yang mulai langka di tengah wabah COVID-19,” jelasnya.

Harga yang ditetapkan dalam operasi pasar ini beras medium ukuran lima kilogram dijual Rp 45.000, beras medium ukuran 50 kilogram Rp 415.000, beras premium ukuran lima kilogram Rp 61.000, tepung terigu Rp 8.500 per kilogram, minyak goreng Rp 11.500 per liter, dan gula pasir Rp 12.500 per kilogram.

Sementara itu Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, warga yang ingin membeli kebutuhan pokok dapat belanja di pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Jaya maupun di gerai-gerai milik Pasar Jaya.

Kata dia, pasar yang di bawah pengelolaannya tetap beroperasi seperti biasa demi memenuhi kebutuhan pokok warga Jakarta.

Kemudian untuk penjualan pangan murah bagi warga Jakarta pemegang kartu untuk keluarga pra-sejahtera dapat dilakukan dengan sistem ganjil genap.

Nomor ganjil atau genap sesuai dengan nomor akhir pada bagian kartu.

Pemegang kartu dengan nomor terakhir angka genap hanya bisa membeli pangan murah pada tanggal genap.

Begitu sebaliknya dengan pemilik kartu dengan nomor akhir ganjil dapat membelinya di tanggal ganjil.

Adapun keluarga pra-sejahtera yang mendapatkan kartu subsidi di antaranya Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), Kartu Pekerja Jakarta (KPJ).

Kemudian kartu untuk dasawisma PKK, kartu penghuni rumah susun, serta kartu untuk petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) dan petugas penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP).

“Sistem ganjil-genap ini dilakukan sejak dua minggu lalu, bertujuan untuk menghindari kerumunan orang demi menerapkan social distancing,” kata Arief. (DIK/FAF/Wartakotalive.com)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!