< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Bisakah Makeup dan Skincare Jadi Media Penularan Corona Virus?

NOVA

NOVA.id – Penyebaran corona virus penyebab Covid-19 ini begitu cepatnya.

Mungkin kita pun pernah bertanya-tanya, seberapa lama virus ini bisa bertahan pada barang-barang yang biasa kita pakai, termasuk produk makeup dan skincare kita?

Sementara, dilansir dari laman InStyle, penelitian terbaru menunjukkan bahwa perempuan menggunakan tak kurang dari 16 produk setiap harinya.

Nah, apakah rutinitas ini bisa memicu penularan corona virus lebih cepat pada tubuh kita?

Ternyata jawaban dari para ahli mengejutkan.

“Kami tidak tahu bagaimana SARS-CoV-2 (virus yang menyebabkan Covid-19) bertahan dalam produk kecantikan,” jelas Dr. Angela Rasmussen, Ph.D., ahli virologi dari Columbia University.

Menurutnya, virus membutuhkan sel inang untuk berkembangbiak, sehingga biasanya tak akan bertahan lama di luar inang selama berminggu-minggu, beda halnya dengan bakteri.

Respon dari industri kecantikan terhadap pandemi ini sangat bervariasi.

Brand makeup dan skincare Glossier dikabarkan menutup tokonya sementara.

Sementara, Sephora meniadakan pelayanan toko dan mengimbau para pelanggann

ya untuk berbelanja online sambil menawarkan gratis biaya ongkos kirim.

Morphe sendiri mulai melarang staf dan pelanggannya untuk menggunakan produk tester, sebuah kebijakan penting seperti yang dijelaskan oleh Dr. Anita Sturnham, spesialis dan pendiri Decree Skincare.

“Menurutku, berbagi makeup dan menggunakan tester makeup yang ada di toko adalah kesalahan besar,” jelasnya.

Sebenarnya, Covid-19 bukanlah satu-satunya wabah yang menjadi perhatian dalam industri kecantikan.

Pada 2013, seorang perempuan dari Harlem menuntut MAC Cosmetics setelah mengalami herpes pada bagian mulut sekitar mencoba lipstick di booth produk tersebut saat konser Rihanna.

Namun, bagaimana dengan produk yang sudah kita miliki dan gunakan sehari-hari?

Bisakah Covid-19 Ada dalam Produk Kecantikan Kita?

Walau masih belum dipastikan berapa lama coronavirus bertahan lama di luar tubuh, beberapa penelitian menunjukkan bahwa coronavirus bisa bertahan dalam dua jam hingga 9 hari, tergantung pada permukaannya.

Menurut para ahli yang diwawancarai oleh InStyle merekomendasikan kita untuk melakukan rutinitas ini dengan hati-hati, apalagi belum ada penelitian khusus berapa lama virus ini bertahan di produk kecantikan.

Dr. Angela menyarankan, bila kita terinfeksi coronavirus, maka hindari menggunakan produk apapun dan yang paling penting adalah menghindari penggunaan produk yang juga digunakan orang lain.

Dr. Shuting Hu, ilmuwan kosmetik dan pendiri Acaderma Skincare, merekomendasikan untuk membuat 2 area dalam rumah, zona kontaminasi dan zona bersih.

Saat kita pulang ke rumah, “taruh semua barang yang terkontaminasi (pakaian, sepatu,tas, dan lainnya) di zona kontaminasi,” jelasnya.

Sementara, CDC merekomendasikan bagi yang terinfeksi untuk tinggal di rumah selama mungkin untuk mengurangi risiko menyebarkan dalam kerumunan.

Bila kita memiliki produk disinfektan, CDC menyarankan untuk menggunakannya pada bagian kemasan produk kita.

Namun bila ada kemungkinan bagian dalam produk tersebut terkontaminasi, Dr. Shuting memastikan bahwa produk berisiko tersebut bisa kembali aman bila kita diamkan selama beberapa hari.

Seperti yang dijelaskan Dr. Angela, virus tersebut tak akan bisa bertahan lama.

Pada produk seperti deterjen dan lainnya yang memiliki kandungan tinggi alkohol seperti pembersih dan toner, akan membunuh virus.

Namun, pada produk seperti krim yang diformulasi dengan kandungan alkohol yang lebih sedikit, secara teori akan lebih mudah terkontaminasi virus.

“Mencuci brush makeup dan sponge secara rutin, jangan pakai lagi bila sudah menyentuh kulit kita,” saran ahli kecantikan, Dr. Joshua Zeichner, MD.

Selain itu, bersihkan juga tas makeup atau produk lain yang kita gunakan saat di luar rumah seperti lipgloss dan maskara.

Selain alat makeup dan skincare, ada risiko lain yang mungkin bisa muncul dari tempat spa dan salon kesayangan kita.

instagram

Ketika kita sedang mengunjungi salon, dermapatologis Dr. Gretchen Frieling merekomendasikan untuk kita mengamati lagi apakah tempat tersebut sudah menerapkan standar kebersihan demi pencegahan penularan corona virus ini atau belum.

Minimal, pastikan salon sudah mensanitasi bagian yang sering bersentuhan dengan pelanggan, mencuci jubah yang dipakai saat potong rambut, dan staf telah mencuci tangan secara rutin.

Dr. Gretchen menambahkan, sebaiknya kita bisa membawa alat dan cat kuku sendiri saat ke nail salon.

Untungnya, tak ada bukti kuat bahwa kita bisa terinfeksi Covid-19 dari alat kecantikan kita.

Meski demikian, virus seperti yang menginfeksi mata, bisa menular dari satu orang ke orang lain bila menggunakan suatu produk bersama.

Untuk itu, pilah barang yang kita miliki, mana yang perlu dibuang atau dibiarkan dulu selama beberapa hari.

Kemudian, lakukan juga kebiasaan sehat dan bersih untuk menghindari penyakit menular, serta jaga kotak obat dan tas makeup kita tetap aman.

Jangan lupa untuk mencuci tangan selama 20 detik, jangan sentuh area wajah, dan pastikan kita sudah menyemprot disinfektan di area sekitar kita secara rutin.

Nah, bila kita sudah melakukan kebiasaan ini, nantinya bila wabah sudah berakhir kita akan tetap bisa menggunakan koleksi makeup kita dengan tenang kembali, deh. (*)

Video Pilihan

PROMOTED CONTENT

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!

Komentar Teratas

Kunjungi app