< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Pemkot akan Tutup Tempat Hiburan

SUARANTB
Ilustrasi aktivitas tempat hiburan. (Sumber foto: pxhere)

Mataram (Suara NTB) Untuk mengantisipasi sebaran wabah Corona Virus Disease (Covid-19) di Mataram, pemerintah kota Mataram berencana menutup semua lokasi hiburan di Mataram. Mulai dari kafe di hotel, kafe, rumah bernyanyi dan lokasi-lokasi hiburan lainnya. Rencana penutupan ini sesuai instruksi dari Pemprov NTB.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti surat edaran dari Gubernur NTB untuk menutup semua lokasi hiburan di Mataram. Pasalnya, lokasi-lokasi hiburan paling rentang terpapar wabah Covid-19.

“Kalau tidak ditutup, wisatawan pasti akan datang dari penjuru daerah.Ini perlu diantisipasi. Makanya kami akan tindaklanjuti dengan berencana mengeluarkan surat edaran Walikota untuk menutup semua lokasi hiburan di Mataram,” katanya, Senin, 23 Maret 2020.

Dijelaskan Denny, risiko terburuk dari penutupan semua lokasi hiburan ini berdampak pada penurunan pendapatan asli daerah (PAD) Mataram.Juga, perlu diantisipasi, pemulangan karyawan di semua hotel lebih cepat bisa saja dilakukan. “Pemberhentian sementara pekerja hotel itu jelas akan dilakukan jika harus menutup semua hotel di Mataram. Dan PAD kita pasti jelas akan berkurang,” pungkas Denny.

Ia tak memungkiri, risiko penutupan semua lokasi hiburan di Mataram akan menimbulkan kemerosotan PAD, sebab  kota Mataram hidup dari perdagangan dan jasa. “Jelas dampaknya seperti itu.Tapi kebijakan (penutupan, red) ini harus dilakukan oleh Pemkot. Karena sebagian besar sebaran wabah ini banyak dari jalur  wisata,” jelasnya.

Sejauh ini, Dispar kota Mataram akan melakukan pengawasan sebaran Covid-19 di lokasi-lokasi hiburan di Mataram. Ia akan melihat sejauh mana dampak dari wabah Covid-19 di semua pelaku wisata dan pengusaha hiburan di Mataram.“Kita akan awasi dengan ketat. Penghentian sementara harus dilakukan. Karena kalau tidak,  pengunjung dari luar daerah pasti berdatangan,” katanya.

Ketua DPC Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI) Kota Mataram, Zulfikar Nasution mengatakan keperihatinannya terhadap dampak dari wabah Covid-19 ini di Mataram. Kendati demikian, ia sangat setuju dengan rencana Pemkot Mataram untuk menutup semua lokasi hiburan di Mataram. “Karena kan preventif lebih bagus daripada kuratif. Untuk menangkal Covid-19 di Mataram, hanya menutup salah satu langkahnya,” katanya.

Kata dia, di samping menutup semua tempat hiburan dan wisata di Mataram, Pemkot juga harus memikirkan nasib semua pengusaha dan pelaku wisata.Sebab, bukan tidak mungkin, akibat penutupan ini bisa saja membuat semua pengusaha dan pelaku wisata kehilangan pendapatan.

“Jadi kita harap semua pengusaha dilibatkan dalam pengambilan kebijakan. Selain itu juga, kita minta bisa diberdayakan dan meminta masukan-masukan mereka sebagai front linner ujung tombak pariwisata kita,” tutupnya. (viq)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!