< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Istana: Tenaga Medis Meninggal Akibat Corona Sebagai Pahlawan Kemanusiaan

Indonews.id

Jakarta, - Negara memberikan apresiasi yang tinggi terhadap para relawan dan tenaga medis yang berjuang mengatasi penyebaran wabah COVID-19. Untuk diketahui, sebanyak enam tenaga medis yang meninggal saat menangani pasien yang terserang COVID-19 juga layak diganjar sebagai pahlawan kemanusiaan.

Menurut postingan Twitter Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada Minggu (22/3/2020), enam dokter yang wafat ketika menangani pasien corona adalah Hadio Ali, Djoko Judodjoko, Laurentinus P., Adi Mirsaputra, Ucok Martin, dan Toni D. Silitonga. Dokter Silitonga wafat karena serangan jantung yang diduga dipicu kelelahan, sedangkan lima lainnya terserang corona.

"Rasa duka yang dalam terhadap para pejuang garda depan yang gugur karena COVID-19, " ujar Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan RI, di Jakarta pada Senin melalui siaran persnya  pada Senin (23/3/2020).

Berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah juga akan memberikan insentif untuk para tenaga medis yang berjuang menangani pandemi corona.

Besaran insentif yang akan diberikan kepada para tenaga medis yaitu untuk dokter spesialis sebesar Rp15 juta, dokter umum dan dokter gigi Rp10 juta, bidan dan perawat Rp7,5 juta, serta tenaga medis lainnya Rp5 juta. Pemerintah juga akan memberikan santunan bagi tenaga medis yang wafat di daerah tanggap darurat sebesar Rp300 juta.

Menurut Moeldoko, negara memberikan apresiasi yang tinggi pada para pahlawan kemanusiaan seperti tenaga medis, relawan kesehatan, dan lainnya.

"Di tengah keterbatasan yang kita miliki, mereka bekerja tak kenal lelah," ujar Moeldoko.

Dia juga meminta kepada seluruh warga untuk mematuhi seluruh aturan terkait penanganan COVID-19.

"Jika bisa bekerja dari rumah, mari lakukan itu. Jangan berkumpul dulu untuk sesuatu yang tidak penting," tegasnya.

Moeldoko menjelaskan pemerintah telah mengupayakan alat pelindung diri (APD) dan alat kesehatan lainnya. Peralatan tersebut akan disebarkan ke seluruh wilayah Indonesia disesuaikan dengan kasus positif yang berada di daerah terkait. (rnl)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!

Komentar Teratas

Kunjungi app