< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

BISAKAH Virus Corona Menular Melalui Gigitan Nyamuk? WHO Beri Penjelasan

Tribun Pontianak

BISAKAH Virus Corona Menular Melalui Gigitan Nyamuk? WHO Beri Penjelasan

Wabah virus corona hingga kini menjadi momok dan catatan kelam sejak awal tahun 2020.

Virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, China, itu membuat semua orang khawatir.

Virus corona jenis baru, SARS-CoV2, telah menginfeksi lebih dari 200.000 orang di 152 negara dalam waktu kurang dari tiga bulan.

Ketika tren infeksi di China terus mengalami penurunan, angka terinfeksi di negara-negara lain justru mengalami lonjakan.

• Kabar Baik, WHO Lakukan Pengujian 4 Jenis Obat Virus Corona di 10 Negara

Di tengan pandemi virus corona saat ini, banyak informasi yang berkembang di masyarakat terkait cara penularan virus tersebut.

Virus corona jenis baru, SARS-CoV2, masih terus diteliti untuk mengetahui karakteristik virus ini dan bagaimana penularan serta penyebarannya.

Namun, WHO menjadikan penularan MERS dan SARS sebagai acuan karena penyebabnya berasal dari kelompok virus yang sama, yaitu coronavirus.

Salah satunya, yakni adanya kekhawatiran mengenai virus corona baru yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Mengenai anggapan tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) turut melakukan konfirmasi atau memberikan penjelasan sesuai fakta.

Melalui laman resminya, WHO mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada informasi atau bukti yang menunjukkan bahwa virus corona penyebab Covid-19 dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Virus corona baru merupakan virus saluran pernapasan yang umumnya menyebar melalui droplet atau percikan yang keluar saat seseorang yang terinfeksi mengalami batuk atau bersin.

• Direktur RSUD dr Abdul Aziz Singkawang Beberkan Kondisi Terkini Pasien Positif Corona

Virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut juga dapat ditularkan melalui percikan air liur dan ingus penderita Covid-19.

Jadi, faktanya adalah virus crona baru tidak dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk selayaknya virus dengue yang dapat menyebabkan demam berdarah.

Cara menghindari penularan 

Penularan virus corona melalui percikan atau droplet sementara baru bisa diketahui terjadi secara langsung dan tidak langsung. 

Penularan secara langsung terjadi jika seseorang menghirup percikan yang keluar dari batuk atau napas orang lain yang terjangkit Covid-19.

Untuk menghindari hal tersebut, maka penting bagi siapa saja untuk bisa menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang yang sakit.

Sedangkan penularan secara tidak langsung terjadi ketika percikan-percikan dari orang yang terjangkit Covid-19 jatuh ke benda-benda dan permukaan-permukaan di sekitar.

Orang yang menyentuh benda atau permukaan tersebut lalu menyentuh mata, hidung atau mulutnya, dapat juga terjangkit Covid-19.

Oleh sebab itu, penting juga bagi siapa saja untuk sering-sering mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun.

Cuci tangan juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol.

WHO mengungkapkan, tindakan tersebut telah terbukti dapat membunuh virus yang menempel di tangan.

Di samping itu, siapa saja juga diimbau untuk senantiasa menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut.

Hal itu penting dilakukan tidak lain untuk menghindarkan virus masuk ke tubuh sehingga membuat sakit.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Virus Corona Tidak Dapat Ditularkan Lewat Gigitan Nyamuk", https://health.kompas.com/read/2020/03/22/060000768/virus-corona-tidak-dapat-ditularkan-lewat-gigitan-nyamuk?page=all#page2.

Penulis : Irawan Sapto Adhi

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!