< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Stok Cukup, Pemerintah Cabut Pembatasan Pembelian Bahan Pokok

Indonesiainside

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah akhirnya mencabut kebijakan pembatasan pembelian bahan pokok di retail modern dan pasar tradisional. Kebijakan ini diambil karena dinilai stok bahan pokok dalam negeri telah mencukupi.

Sebelumnya, Satgas Pangan Polri mengeluarkan surat edaran bernomor B/1872/III/Res.2.1/2020/Bareskrim tertanggal 16 Maret 2020. Pembatasan dilakukan demi menjaga stok bahan pangan di tengah wabah virus corona (covid-19).

Adapun bahan pangan yang dibatasi meliputi beras maksimal 10 kilogram, gula maksimal 2 kilogram, minyak goreng maksimal 4 liter, dan mie instan maksimal dua dus.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Suhanto mengungkapkan, pihaknya sudah berkordinasi dengan satgas pangan untuk mencabut surat edaran pembatasan pembelian bahan pokok.

“Kemarin kita sudah berkordinasi dengan satgas pangan dan bahwa surat edaran pembatasan pangan resmi dicabut,” ujar Suhanto di Jakarta, Sabtu (21/3).

Dia menuturkan, tujuan awal dibuat kebijakan tersebut untuk menghindari masyarakat melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying). Kemudian covid-19 atau virus corona merebak, masyarakat ketakutan stok pangan langka.

“Karena sebagaimana diketahui begitu informasi merebaknya virus corona masyarakat ketakutan seolah-olah barang tidak ada. Mereka melakukan pembelian lebih dari yang dibutuhkan. Sehingga keluralah surat edaran dari satgas pangan,” ujarnya.

Namun pemerintah menjamin ketersediaan bahan pangan cukup di tengah merebaknya pandemi virus corona.

“Ketersediaan bahan pokok akan cukup dalam menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri,” kata dia. (MSH)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!