< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Teten Masduki Dukung Koperasi Simpang Pinjam Terapkan Teknologi seperti Bank

iNews Portal

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mendukung koperasi simpan pinjam untuk menerapkan dan mengaplikasikan modernisasi teknologi yang transparan sekelas perbankan. Hal ini dilakukan agar pelayanan terhadap anggota semakin meningkat.

"Modernisasi dan transparansi ini penting supaya koperasi bisa tumbuh kembang dan bersaing di era digital," kata Teten Masduki di Jakarta, Sabtu (22/2/2020).

Dia melakukan pertemuan dengan pengurus Asosiasi Koperasi Simpan Pinjam Indonesia (Askopindo), di kantornya, Jumat (21/2/2020). Menurut dia, modernisasi juga sebagai langkah untuk menghadapi persaingan zaman di era teknologi finansial.

"Kalau kita tidak melakukan ini akan ditinggalkan anggota, karena koperasi untuk kegiatan usaha kalau tidak ada keuntungan di sana pasti akan ditinggalkan," kata Teten.

Sementara itu Ketua Umum Askopindo Sahala Panggabean mengatakan, selama ini ada kesan koperasi dipinggirkan, tapi sekarang pemberdayaan koperasi mengarahkan pada upaya agar koperasi naik kelas.

Koperasi juga mulai masuk sektor usaha skala besar seperti komoditas pangan, maritim, dan teknologi sesuai program dari pemerintah. 

"Dari total sekitar 120 ribu jumlah koperasi, 20 ribu diantaranya adalah koperasi simpan pinjam. Dalam waktu dekat Askopindo akan mengadakan kongres dengan tujuan semua KSP bersatu agar mengakselerasi kemajuan moderninasi KSP yang profesional berbasis digital dan naik kelas," kata Sahala.

Dalam Kongres Askopindo yang diadakan pada Juni 2020, Sahala mengatakan, akan digelar pula rangkaian seminar yang membahas topik menarik seputar penguatan koperasi dan UMKM sebagai arus utama transformasi ekonomi nasional

"Modernisasi dan digitalisasi KSP pasti akan sangat penting dibahas di era disrupsi agar menjadi perhatian di era perubahan zaman bagi KSP. Harmonisasi pemberdayaan UMKM di 18 kementerian dan lembaga jadi kebijakan satu pintu juga menarik untuk dibahas," kata Sahala yang juga Ketua Koperasi Simpan Pinjam Nasari itu.

Editor : Ranto Rajagukguk

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!