< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Pemuda Ini Temukan Emas Satu Kilogram di Kebun Duku, Ada Gambar Burung Garuda dan Soekarno

Tribun Kaltim

TRIBUNKALTIM.CO - Seorang pemuda berusia 30 tahun di Jambi mendadak jadi sorotan.

Sebabnya, pemuda ini menemukan satu kilogram emas batangan bergambar Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Yang mengagetkan, pemuda ini berencana mengembalikan emas batangan tersebut ke Bank Indonesia. 

Erwin, nama pemuda tersebut. Dia adalah seorang warga Desa Panapalan RT 03, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi.

Erwin mengaku, menemukan sebuah benda diduga emas batangan.

Pada permukaan emas seberat 1 kilogram itu diklaim terdapat gambar Soekarno.

Namun hingga saat ini, keaslian emas tersebut masih diteliti.

Erwin mengaku, benda diduga emas batangan itu ia temukan di kebun duku di belakang rumahnya sekitar pukul 14.00 WIB.

Ia merasa menginjak sesuatu yang licin.

"Tidak sengaja terinjak. Bentuknya seperti batangan," kata dia, seperti dilansir dari Tribun Jambi.

Saat itu pula, Erwin mengetahui ada gambar Soekarno pada permukaan emas itu.

Ia mengaku, belum bisa memastikann keaslian benda yang ditemukannya itu.

Menurut Erwin, emas yang ditemukannya bergambar Soekarno dan memiliki berat hingga 1 kilogram.

Pada lempengan itu juga terdapat tanda tangan dan tulisan "Soekarno".

Di bagian belakangnya, terdapat gambar garuda dan tulisan BI serta 999,9.

Sedangkan di bagian samping tertulis GOLD dengan huruf kapital dan angka 24 K.

Ditawar Rp 750 Juta

Usai menemukan lempengan itu, Erwin mengunggahnya ke akun Youtube.

"Ada yang tawar memang kemarin.

Dia tawar sekitar Rp 750 juta," katanya. Tapi oleh Erwin, tawaran itu ditolak.

Jika benda temuannya tersebut tenyata merupakan milik negara, ia akan mengambalikannya.

"Rencananya, kami mau cek dulu ke Laboratorium.

Kalau memang ini produk punya Bank Indonesia, kita kembalikan," ujar dia.

Kata pemerhati

Saat dihubungi Kompas.com, Selasa (11/2/2020), seorang pemerhati di bidang filologi, Rendra Agusta mengemukakan, isu harta Soekarno bukan baru kali pertama ini mencuat.

Kabar mengenai harta emas Soekarno sebenarnya sudah ada sejak zaman orde baru.

"Utamanya yang percaya dan masuk dalam gerakan mesianisme," ungkap Rendra.

Hadirnya perburuan emas Soekarno juga tak lepas dari fenomena gerakan-gerakan mesianis seperti ratu adil, turangga seta dan berakhir dalam kelompok-kelompok seperti Keraton Agung Sejagat, Sunda Empire dan lain sebagainya.

"Ada upaya internal beberapa kelompok mencetak emas Soekarno palsu yang tersebar di mana-mana," ujar dia.

Rendra menceritakan, dirinya telah dua kali melihat temuan benda diduga harta emas Soekarno.

"Dua kali saya bertemu itu (benda serupa) ternyata itu emas buatan baru dan satunya sepuhan," papar dia.

Rendra menyarankan, pengecekan keaslian benda tersebut menggandeng akademisi utamanya arkeolog dan sejarawan.

Pemburu Harta Karun Temukan Emas Batangan

 Seorang pemburu harta karun yang menemukan emas batangan dari reruntuhan kapal, diadili di pengadilan Florida, Amerika Serikat, karena menipu penyandang dananya.

Tommy Thompson ditangkap atas kasus perdata harta karun yang diajukan oleh investornya.

Sebanyak 161 investor memberikan Mr Thompson $ 12,7 juta (Rp160 miliar) untuk menemukan kapal yang diduga memiliki harta harun dengan pemikiran mereka akan mendapatkan keuntungan lebih dari yang sudah mereka investasikan.

Tahun 1988 Thompson berhasil menemukan emas senilai jutaan dolar dari sebuah kapal yang tenggelam di lepas pantai Amerika pada tahun 1857.

Namun, para investor menuduh Thomspon menipu mereka untuk keluar dari perjanjian terkait dengan penemuan kapal karam terbesar dalam sejarah AS tersebut.

Pria berusia 62 tahun yang disebut pihak kementerian kehakiman AS sebagai "salah satu buron yang paling cerdas yang pernah dicari", ditangkap di sebuah hotel pada hari Selasa (27/01).

Thompson tinggal di Hilton Suite di West Boca Raton, Florida selatan, dengan seorang perempuan bernama Alison Antekeier yang juga ditangkap.

Mereka telah tinggal di hotel tersebut selama dua tahun, membayar kamar mereka secara tunai dengan nama palsu dan menggunakan taksi dan angkutan umum agar tidak terdeteksi oleh polisi.

Harga kamar di hotel Hilton mulai dari $224 ( sekitar Rp 2.800.000,-) per malam, menurut situs hotel tersebut.

Thompson dan Antekeier dijadwalkan akan diekstradisi ke Ohio, di mana surat perintah penangkapan sipil dikeluarkan pada 2012 setelah Thompson gagal untuk menghadiri sidang pengadilan yang diajukan oleh investornya.

Di pengadilan hari Kamis (30/01), Thompson mengatakan kepada hakim ia memiliki "situasi medis yang ekstrim", termasuk ensefalitis atau lebih dikenal dengan radang otak, dan alergi yang akan diperburuk jika dia kembali ke negara bagian AS di bagian utara.

Menurut laporan kriminal, ia dan Antekeier menggunakan 12 telepon seluler berbeda dan membayar segala sesuatu dengan uang yang agak basah karena sudah mereka kubur di bawah tanah.

Kapal SS Central America tenggelam di kedalaman 2,2 km pada 1857 saat berlayar dari Panama ke New York. Kapal itu membawa emas batangan untuk membantu perekonomian AS

Sebuah buku berjudul How to Live Your Life Invisible (Bagaimana Menjalani Hidup Anda Tanpa Terlihat) ditemukan di rumah mewah di Vero Beach, dengan halaman yang ditandai di bab berjudul "Jalani hidup Anda dengan hanya membayar tunai."

Kapal S S Central America tenggelam di tengah badai 200 mil di lepas pantai South Carolina pada September 1857 dan menewaskan 425 orang serta mengakibatkan kepanikan ekonomi dengan hilangnya berkilo kilo emas. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Warga Jambi Mengaku Temukan Emas Batangan Bergambar Soekarno, Ingin Kembalikan ke Negara, https://www.tribunnews.com/regional/2020/02/11/warga-jambi-mengaku-temukan-emas-batangan-bergambar-soekarno-ingin-kembalikan-ke-negara?page=all.

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!