< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Wabah Corona Meluas, Filipina Undur Pelaksanaan Asean Paragames

Merdeka
Wabah Corona Meluas, Filipina Undur Pelaksanaan Asean Paragames
Filipina Batalkan ASEAN Paragames. ©2020 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Filipina kembali mengundurkan waktu pelaksanaan Asean Paragames 2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Jika sebelumnya diundur karena ketidaksiapan Filipina sebagai tuan rumah, kali ini diundur karena wabah virus Corona.

Presiden National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun menyampaikan, Filipina tidak berani mengambil resiko meluasnya wabah Corona, sehingga harus mengundurkan jadwal APG.

"Sampai kapan masih tentatif. Jadi yang jelas ditunda karena wabah virus Corona. Tidak ada yang berani ambil risiko. Karena di Filipina sendiri, venue yang akan kita tinggali itu sebenarnya sekarang dibuat untuk isolasi yang terkena Corona. Ya kita tidak mungkin mau," ujar Senny kepada wartawan di Kantor NPC Solo, Selasa (11/2).

Menurut Senny, surat pemberitahuan dari NPC Filipina tiba di Solo, Senin kemarin. Dengan keputusan tersebut, atlet yang saat ini menjalani pemusatan latihan akan dipulangkan sementara. Pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Kemenpora terkait pemulangan atlet dan pemanggilan kembali mereka.

"Kita masih menunggu perintah Kemenpora. Kita juga akan menyampaikan opsi ke para atlet. Kalau menurut saya pelatnas harus jalan terus. Tidak boleh putus, apalagi nanti kita dihadapkan pada bulan Puasa dan lain-lain. Kalau mulai dari awal lagi susah untuk mengangkat performa mereka," tukasnya.

Senny memaklumi pengunduran jadwal tersebut karena faktor x di luar kontrol. Sebelumnya, APG 2020 dijadwalkan tanggal 18-24 Januari tapi diundur menjadi tanggal 21-27 Maret. Dan saat ini harus diundur lagi.

Wakil Sekjen NPC Indonesia, Rima Ferdianto menambahkan opsi pemulangan atlet Pelatnas tersebut hanya berlaku bagi atlet yang akan terjun di ajang APG. Sedangkan atlet yang disiapkan untuk Paralympic Tokyo masih tetap di Pelatnas.

"Atlet Paralympic masih terus disini. Ada 37 atlet dari 8 cabang olahraga yang akan diterjunkan dalam Paralympic 2020. Mereka akan berangkat tanggal 22 Agustus dan pulang tanggal 7 September," katanya.

Menurut dia, sebenarnya tidak hanya Filipina saja yang mengundurkan jadwal APG tapi juga ajang IWAS World Games 2020 di Thailand juga diundur. Ada 155 atlet yang akan diberangkatkan dalam ajang kejuaraan tuna daksa dunia yang sedianya akan berlangsung 20 hingga 28 Februari 2020 itu.

"Diundur tanggal 2 hingga 9 April 2020, semua peserta dari negara Eropa sudah cancel. Kita juga batalkan karena tingkat penyebaran virus Corona di Thailand tinggi," katanya lagi.

Terkait APG, Rima mengatakan ada dua opsi yang ditawarkan NPC Filipina. Yakni APG diundur dalam batas waktu yang tidak ditentukan dan yang kedua APG tetap berlangsung di Filipina tapi menunggu virus Corona mereda.

Jika sudah reda, Filipina wajib memberitahukan kepada negara-negara peserta APG di Asia Tenggara, 60 hari sebelum pelaksanaan.

"Misal bulan September maka bulan Juli harus sudah diberitahukan ke negara peserta. Ada tambahan syarat dari Thailand dan Singapura bahwa batas pengunduran itu sampai September," ujarnya.

Karena bila lebih dari bulan September maka Thailand dan Singapura tidak bisa ikut APG karena mereka tidak bisa menganggarkan kegiatan setelah September. Jika kedua negara tersebut tidak ikut, maka kualitas APG akan turun. [eko]

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!