< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

109 Tentara AS Dilaporkan Alami Cedera Otak Akibat Serangan Rudal Iran pada Januari Lalu

Tribun Solo

TRIBUNSOLO.COM -  Sebanyak 109 orang tentara AS dilaporkan mengalami cedera otak ringan sebagai buntut serangan rudal Iran yang terjadi pada 8 Januari lalu.

Berdasarkan jumlah yang disampaikan Pentagon, terdapat kenaikan signifikan sejak laporan terakhir yang menyatakan ada 64 prajurit terluka.

"Hingga saat ini, 109 tentara AS didiagnosis cedera otak traumatis ringan, (mTBI), kenaikan 45 orang dari laporan terdahulu," ujar Pentagon, Senin (10/2/2020).

Dilansir AFP, sebanyak 76 di antaranya sudah kembali bertugas, dengan sisanya masih menjalani evaluasi dari perawatan tim medis.

• Daftar 20 Perguruan Tinggi Negeri Versi UniRank, UNS Solo di Peringkat ke-19

• Miris Lihat Video Viral Driver Ojol Kecebur saat Banjir, Hotman Paris Beri Sindiran: Nasib Rakyatmu

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengklaim tidak ada pasukannya yang terluka dalam serangan rudal Iran di pangkalan AS Irak.

Teheran menembakkan rudal balistik sebagai balasan setelah pada 3 Januari lalu jenderal top mereka, Qasem Soleimani, tewas dibunuh AS.

Soleimani tewas di Bandara Baghdad bersama dengan wakil pemimpin jaringan milisi Hashed al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis.

Komandan Pasukan Quds, cabang elite dalam Garda Revolusi Iran, itu dibunuh sebagai buntut demonstrasi yang menyasar Kedutaan Besar AS di Baghdad oleh simpatisan Hashed.

Presiden ke-45 AS itu disebut sudah menyetujui rencana pembunuhan itu sejak tujuh bulan lalu, dengan menyebut Qasem Soleimani memberikan ancaman bagi warga dan kepentingannya di Timur Tengah.

Trump diyakini berusaha menurunkan tensi ketegangan dengan tidak menyebutkan jumlah korban luka karena ketegangan yang bisa pecah menjadi perang kapan saja.

Presiden 73 tahun itu sempat berusaha menepikan laporan cedera otak tersebut, dengan menyebut pasukannya mengalami "gejala sakit kepala".

"Saya mendengar mereka semacam terkena sakit kepala, semacam itulah. Namun, yang bisa saya pastikan, tidak ada yang serius," tegasnya.

• Ada Cairan Menetes di Apartemen, Begitu Diperiksa, Ternyata Darah Mayat Tetangga di Lantai Atas

• Diduga Tertekan dengan Masalah Keluarga, Siswi SMA di Trenggalek Nekat Minum Cairan Pembersih Lantai

Dilansir BBC, buntut banyaknya laporan korban yang disampaikan Pentagon, politisi asal Republik, Joni Ernst, meminta pemerintah memberikan tanggapan.

"Saya meminta kepada Pentagon untuk memastikan keselamatan dari setiap tentara AS yang terkena ledakan di Irak," ujarnya di Twitter.

Sekretaris Pers Pentagon Alyssa Farah dalam keterangan tertulis berkata, pihaknya bersyukur tindakan tim medis membuat 70 persen korban bisa kembali bertugas.

"Kami harus terus memastikan adanya keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental," kata Farah.

(Ardi Priyatno Utomo)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!