< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

109 Tentara AS Alami Cedera Otak Traumatis Akibat Serangan Iran

Akurat.co
Image

Tentara AS berada di Baghdad, Irak, pada 31 Desember 2019 | Reuters

AKURAT.CO, Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengatakan bahwa jumlah tentara yang menderita luka berupa akibat serangan ke pangkalan AS pada Januari lalu mencapai 109 orang. Pentagon menambahkan hampir 70 persen anggota layanan yang terluka telah kembali bertugas.

Angka korban tersebut merupakan peningkatan yang signifikan dari 64 orang, menurut laporan Pentagon sebelumnya. Bahkan, sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa serangan tidak menimbulkan korban di pihak AS. Meningkatnya jumlah korban merupakan akibat dari bertambah parahnya luka ringan yang dialami para tentara, di mana luka ringan tersebut tidak diidentifikasi.

Anggota legislatif AS Joni Ernst menuntut penjelasan lebih lanjut dari Pentagon.

"Sangat penting kami memiliki rencana untuk merawat anggota tentara yang terluka ini. Saya telah meminta Pentagon untuk memastikan keamanan dan perawatan pasukan kami yang dikerahkan yang mungkin terkena luka-luka ledakan di Irak," kata Ernst lewat twitnya, dilansir dari laman BBC, Selasa (11/2).

adalah cedera paling umum yang menimpa mereka yang terjun ke medan perang. Penyebab paling umum dari cedera ini adalah ledakan. Mereka diklasifikasikan sebagai ringan, sedang, berat/penetrasi. ringan juga dikenal sebagai gegar otak.

Data pemerintah AS menunjukkan lebih dari 400.000 tentara telah didiagnosis menderita sejak tahun 2000.[]

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!