< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Peneliti Bingung Virus Corona Tak Terdeteksi di Indonesia

Konfrontasi

KONFRONTASI-Korban meninggal akibat virus corona mencapai 900 orang di China. Laporan dari pihak Hubei menyajikan data pada Senin (10/2/2020), ada 97 angka kematian baru.

Saat ini totalnya mencapai 908 orang. Para ahli memprediksi negara Asia Tenggara seperti Thailand dan Indonesia sebenarnya ada kasus infeksi virus corona. 

Sampai saat ini, Komisi Kesehatan Hubei melaporkan sebanyak 3.000 kasus penularan dan korban terinfeksi virus mencapai 40.171 orang.

Mengutip dari Kompas.com, jumlah korban yang meninggal akibat virus corona lebih banyak dibanding Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS). SARS menjadi wabah penyakit di China pada 2002 dan 2003.

Sebanyak 774 orang meninggal akibat penyakit pernapasan akut tersebut.

Peningkatan infeksi virus corona di Indonesia dan Thailand jauh dari perkiraan ilmuwan.

Peneliti memprediksi sebenarnya ada banyak kasus infeksi virus corona di dua negara tersebut.

Jarak Indonesia dan Thailand tidak jauh dari China.

Para ahli khawatir jika virus corona menyebar di negara tersebut namun tidak terdeteksi.

Jika hal ini terjadi, peneliti memprediksi akan terjadi epidemi lebih besar dari saat ini.

Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul (kanan) melihat gambar video dari pasien virus corona di Institut Penyakit Menular Bamrasnaradura di Nonthaburi

Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul (kanan) melihat gambar video dari pasien virus corona di Institut Penyakit Menular Bamrasnaradura di Nonthaburi (scmp.com)

Menurut data global, setiap hari tercatat sebanyak 910 orang meninggal dan 40.553 orang positif terinfeksi secara global.

"Indonesia melaporkan nol kasus, tapi mungkin sebenarnya sudah ada beberapa kasus yang tak terdeteksi," ujar ahli epidemiologi Marc Lipsitch dari Harvard T.H Chan School of Public Health, penulis pendamping dari studi terbaru yang diunggah di medRxiv.

"Sementara Thailand melaporkan 25 kasus, saya pikir sebenarnya lebih banyak dari itu," ucapnya dilansir VOA News, Jumat (7/2/2020).

Sampai Senin pagi (10/2/2020), di Thailand jumlah pasien yang terkena virus corona dilaporkan sebanyak 32 kasus.

Selain Indonesia dan Malaysia, Lipsitch melaporkan hanya ada satu kasus penyebaran virus di Kamboja.

Dia yakin sebenarnya ada banyak penyebaran virus di negara tersebut.

Hal ini berdasarkan data dan penelitian yang memperkirakan rata-rata penumpang yang bepergian dari Wuhan ke negara lain. Penumpang yang berasal dari Wuhan berpotensi lebih banyak kasus penyebaran virus.

Menurut Lipsitch, sistem kesehatan di Indonesia dan Thailand mungkin tidak dapat mendeteksi virus corona Wuhan.

"Kasus yang tidak terdeteksi di negara manapun berpotensi menyebarkan epidemi di negara-negara tersebut," kata Lipsitch mengutip dari Kompas.com.

Peneliti melakukan studi sedang meneliti dan mengunggah temua mereka secara online agar informasi dapat tersebar luas dan bermanfaat.

Meski beberapa penemuan masih dianggap kurang, peneliti beranggapan virus corona Wuhan mungkin ada di Indonesia.

Di China terus terjadi peningkatan infeksi setiap hari. Namun di luar negara China, wabah itu hampir tidak bergerak.

Inilah yang membingungkan ahli kesehatan di dunia yang sedang meneliti perkembangan virus corona.

Menurut Ahli virus Christopher Mores dari Milken Institute School of Public Health University, menjelaskan infeksi virus terbukti berbeda di luar zona wabah utama untuk beberapa alasan yang belum dijelaskan.

"Atau kita hanya tidak menangkapnya dan menghitungnya, atau gagal saat mendeteksi," ucap Mores.

Sampai saat ini beberapa negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, dan Kamboja menyeleksi turis dari China.

Sementara itu Dr. Navaratnasamy Paranietharan, perwakilan Indonesia dari WHO, kepada Sydney Morning Herald menjelaskan Indonesia sedang melakukan persiapan dan pencegahan virus corona.

"Indonesia tengah melakukan apa yang mungkin untuk dipersiapkan dan mencegah dari virus corona baru. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di bidang pengawasan dan deteksi kasus virus corona baru." ucap Navaratnasamy.(mr/tribun)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!