< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Ribuan Warga Maroko Tolak Rencana ‘Perdamaian Timur Tengah’ Buatan AS

Indonesiainside

-Ribuan warga Maroko hari Ahad berbaris di ibu kota Rabat untuk mengekspresikan solidaritas mereka terhadap rakyat Palestina dan penolakan atas ‘rencana perdamaian’ buatan AS yang baru-baru ini dirilis untuk Timur Tengah.

Dikutip Xinhua, pengunjuk rasa membawa poster pro-Palestina dengan tulisan “No Trump’s Deal of the Century,” ,”Solidaritas Penuh untuk Palestina,” dan “Bebaskan Palestina.”

Massa juga menyerukan boikot terhadap produk-produk buatan Amerika, mengecam Amerika Serikat sebagai “musuh perdamaian” dan meneriakkan, “Palestina Tidak untuk Dijual,” kutip The Time of Israel.

Dengan membawa bendera dan poster besar Palestina, para demonstran berbaris selama berjam-jam di Rabat. Beberapa demonstran,  membakar bendera Israel dan menentang upaya apa pun oleh Maroko “untuk melakukan normalisasi” hubungan dengan negara Yahudi itu.

Khalid Sefiani, anggota sekretariat Kelompok Aksi Nasional untuk Palestina, mengatakan, ini adalah hari bersejarah di mana rakyat Maroko mengulangi penolakan bulat mereka terhadap “Kesepakatan Abad Ini.”

Pawai diadakan atas permintaan beberapa lembaga politik, serikat pekerja dan organisasi sosial kemasyarakatan.

Meski tak memiliki hubungan diplomatik, Maroko dan Israel memiliki hubungan sangat hangat.

Israel dan Maroko membuka kantor “penghubung” di masing-masing negara pada pertengahan 1990-an tetapi Rabat menutupnya selama aksi Intifada Kedua pada tahun 2000.

Di tempat lain di Afrika Utara, ratusan warga Tunisia juga melakukan aksi protes hari Ahad terhadap rencana ‘perdamaian’ buatan AS, di Kota Sfax di timur, kutip AFP.

Serikat buruh UGTT Tunisia yang kuat, yang mengorganisir aksi, menyebut proposal itu sebagai “persetujuan karena malu.”

Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump mengungkap ‘rencana perdamaian’ yang dijuluki ‘Kesepatan Abad Ini’ yang ditolak oleh Palestina karena berpihak pada Yahudi Israel.

Namun rencana ini justru ditolak mayoritas Negara Islam, Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Liga Dunia Muslim dan rakyat Palestina sendiri. (CK)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!