< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Tewaskan 20 Orang, Pelaku Teror Penembakan Massal di Kota Korat, Thailand Ditembak Mati

tribun palu

TRIBUNPALU.COM - Teror penembakan massal terjadi di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Nakhon Ratchasima atau Kota Korat, Thailand pada Sabtu (8/2/2020) siang waktu setempat.

Diwartakan Telegraph.co.uk, akibat peristiwa ini, setidaknya 20 orang dilaporkan tewas, sementara 42 orang lainnya mengalami luka-luka.

Sembilan orang juga harus menjalani prosedur operasi.

"Jumlah korban tewas adalah 20 orang dan 42 orang luka-luka... Sembilan orang harus dioperasi," kata Narinrat Pitchayakamin, seorang dokter di Korat, kepada wartawan.

Narinrat merevisi laporan awal yang menyebutkan jumlah korban dalam teror penembakan ini mencapai 21 orang dan 31 orang mengalami luka dalam insiden yang mengguncang Thailand ini.

Namun, hingga artikel ini ditulis, belum diketahui apakah ada korban lain di kompleks bertingkat yang dipenuhi pengunjung pada hari Sabtu kemarin ketika pelaku teror penembakan merangsek masuk.

Sebelumnya diberitakan, keberadaan pelaku penembakan yang merupakan seorang tentara Thailand ini sempat tidak diketahui dan diduga bersembunyi di basemen mal hingga Minggu (9/2/2020) dini hari.

"Pelaku masih berada di basemen dan sepertinya tidak memiliki sandera," kata petugas kepolisian.

Pelaku teror penembakan berada di dalam mal perbelanjaan Terminal 21 semalaman dengan senjata yang ia curi dari barak atau kamp militer.

Tentara meninggalkan mal perbelanjaan Terminal 21 di Kota Korat, Thailand, Minggu (9/2/2020).
Tentara meninggalkan mal perbelanjaan Terminal 21 di Kota Korat, Thailand, Minggu (9/2/2020). (Lillian Suwanrumpha/AFP)

Namun akhirnya, pelaku yang teridentifikasi bernama Jakrapanth Thomma tersebut dilaporkan telah ditembak mati.

Dikutip TribunPalu.com dari laman This is Insider pada Minggu (9/2/2020), tentara tersebut ditembak oleh pasukan keamanan.

Dengan tewasnya pelaku ini, berakhir pula teror penembakan massal yang berlangsung hampir 17 jam.

Kepolisian Thailand sempat menghadapi kesulitan saat mencari pelaku yang mengunggah aksi penembakannya di live stream Facebook.

• Menang Undian Wuling Drive & Win Periode II, Seorang Warga Palu Bawa Pulang Mobil Wuling Cortez CT

• Analis UI: Pemulangan WNI Eks ISIS dapat Sakiti Hati Masyarakat Korban Terorisme

• Viral Pasangan Mesum di Gunung Digerebek: Kronologi hingga Tanggapan Fiersa Besari dan Dzawin Nur

Staf kedai kopi bersembunyi saat penembakan terjadi di Korat, Thailand, Sabtu (8/2/2020).
Staf kedai kopi bersembunyi saat penembakan terjadi di Korat, Thailand, Sabtu (8/2/2020). (Viral Press via Telegraph.CO.UK)

Mengutip laporan BBC dan The Bangkok Post via This is Insider, terduga pelaku awalnya menembak komandan dan anggota tentara lainnya di sebuah kamp militer.

Kemudian, ia mencuri sebuah senjata dan amunisi di lokasi tersebut.

Selanjutnya, terduga pelaku mencuri mobil Humvee, mengendarainya dari kamp dan melakukan penembakan lagi di sebuah kuil Budha dan mal perbelanjaan Terminal 21 di Korat.

Sejumlah video yang menunjukkan orang-orang berlarian dari pusat perbelanjaan saat teror penembakan berlangsung pun beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, juga terdengar beberapa kali suara tembakan.

Video lain yang beredar juga menunjukkan proses evakuasi pengunjung mal yang berlangsung hingga belasan jam setelah penembakan.

Juru Bicara Kepolisian Thailand, Krissana Pattanacharoen, mengatakan kepada CNN bahwa polisi dan pasukan militer telah diturunkan ke mal tersebut.

Di sana, mereka mengalami semacam kebuntuan dengan pelaku yang menyandera beberapa orang.

Jakrapanth Thomma me-livestream dirinya dan aksinya di mal tersebut di Facebook Live dan sempat berfoto selfie pada pukul 19:20 malam waktu setempat.

• Teror Penembakan Massal di Thailand: 21 Orang Tewas, Pelaku Diduga Sembunyi di Basemen Mal

• Pelaku Teror Penembakan di Selandia Baru Tulis Surat Bernada Kebencian dari penjara

• Penembakan Massal di Texas, Amerika Serikat, 20 Orang Dilaporkan Tewas

• Sri Lanka Sebut Teror Bom Paskah Lalu Adalah Balas Dendam Atas Penembakan di Selandia Baru

Hingga artikel ini ditulis, motif di balik aksi teror penembakan ini belum diketahui secara pasti.

Media The Bangkok Post pun memberikan detail dari unggahan si pelaku lengkap dengan komentarnya.

Termasuk pertanyaan, "Haruskah saya menyerah?"

Unggahan sebelumnya, dilaporkan oleh The Bangkok Post, terlihat menggambarkan niat pelaku untuk menyerang:

"Jadi kaya dengan mengambil keuntungan dari orang lain, apakah mereka pikir mereka bisa menggunakan uang di neraka?"

Sementara itu setelah aksi penembakan terjadi, The Bangkok Post mencatat, livestream dan postingan pelaku tak lagi tersedia.

Juru bicara Facebook pun telah memberikan pernyataan yang mengecam tindakan pelaku dalam menggunakan media sosial tersebut.

Pihak Facebook pun telah menghapus akun dan unggahan si pelaku penembakan.

Selain itu, Facebook juga turut berduka dan menyesalkan serangan teror penembakan massal di Thailand ini.

"Segenap hati dan pikiran kami tertuju kepada para korban, keluarga mereka, dan masyarakat yang terdampak oleh tragedi ini di Thailand," demikian bunyi pernyataan Facebook.

"Tidak ada tempat di Facebook bagi orang-orang yang melakukan kejahatan semacam ini, kami juga tidak akan mengizinkan orang-orang untuk mendukung serangan ini."

"Kami telah menghapus [akun] pelaku penembakan dalam layanan kami dan akan berupaya untuk menghapus konten-konten kekerasan terkait dengan serangan ini langsung setelah kami mengidentifikasinya."

(TribunPalu.com/Rizki A.)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!