< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Tolak Proposal Perdamaian Trump, FMS Gelar Aksi Damai Bela Palestina

Joglosemarnews

– Proposal perdamaian sepihak yang dibuat Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membuat kondisi di wilayah Palestina memanas. Perjanjian yang sama sekali tidak melibatkan peran serta Palestina tersebut terkesan menjadi sebuah pemaksaan bahkan jauh dari kesepakatan.

Terkait hal itu, Forum Masyarakat Semarang (FMS) mendukung langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mendukung penolakan perjanjian sepihak Trump tersebut yang diungkapkan melalui Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas. MUI menyayangkan pernyataan Donald Trump karena dinilai menyakiti hati rakyat Palestina. Dukungan FMS dilakukan dengan memberikan himbauan kepada pemerintah Indonesia agar tidak tinggal diam dan terus menyuarakan keadilan. Salah satu upayanya adalah dengan menggelar aksi damai bela Palestina, Jumat (7/2/2020), di depan Kantor Gubernur Jateng.

Perwakilan FMS, Giyanto mengungkapkan, pihaknya selalu menyerukan kepada masyarakat luas untuk selalu memiliki jiwa kemanusiaan dalam membersamai perjuangan Palestina.

“Saat bicara mengenai perjanjian tersebut dan konflik di Palestina, maka Indonesia harus secara konsisten berpegang teguh pada amanah konstitusi. Prinsip “solusi dua negara/two-state solution” yang menghormati hukum internasional dan parameter yang disepakati secara internasional, harus dipegang teguh sebagai solusi dalam penyelesaian masalah di Palestina,” ungkapnya.

Forum Masyarakat Semarang (FMS) mengadakan aksi damai bela Palestina, Jumat (7/2/2020), di depan Kantor Gubernur Jateng. Istimewa

Dalam aksi damai yang dihadiri sekitar Untuk menjaga solidaritas serta kekompakan, FMS malibatkan berbagai elemen masyarakat seperti Polrestabes Kota Semarang, Kodim 0733, Kammi, Insani, UKKI, MRI, Ikadi, Formis, dan ACT.

Sejalan dengan aksi damai tersebut, Kepala Regional Aksi Cepat Tanggap Jawa Tengah (ACT Jateng), Sri Suroto berpendapat bahwa Palestina tidak pernah berjuang sendiri selama rakyat Indonesia masih berpegang teguh pada konstitusi.

“Mari kuatkan persaudaraan, selama kita masih sepakat untuk menghapuskan segela beentuk penjajahan di atas muka bumi, maka selama itu kita akan terus membantu perjuangan Palestina hingga merdeka,” bebernya.

Suroto menambahkan, ada banyak cara untuk membantu perjuangan bangsa Palestina.

“Alhamdulillah hingga saat ini berkat bantuan masyarakat Indonesia ACT masih terus mendampingi para penyintas konflik kemanusiaan di Palestina. Secara simultan kami memberikan bantuan air bersih, makanan gratis, pelayanan kesehatan, beasiswa untuk anak-anak, hingga pembuatan sumur wakaf,” tukasnya. Triawati PP

  • Kontak Informasi Joglosemar News :
  • Redaksi : [email protected]
  • Promosi : [email protected]
  • Kontak : [email protected]
LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!