< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Biaya Bikin Jalan Tol Layang Itu Luar Biasa Mahal, Ini Hitung-hitungan Biayanya

Tribunnews

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Biaya yang dikeluarkan untuk membangun jalan tol layang atau elevated dinilai jauh lebih mahal ketimbang membangun jalan tol yang langsung berada di atas permukaan tanah.

Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk Agus Setiawan di acara media briefing di Hotel Grand Dhika, Blok M, Jakarta, Jumat (7/2/2020) menyatakan, konstruksi jalan tol di Indonesia saat ini menganut dua tipe, yakni elevated (layang) atau non-elevated.

Biaya konstruksinya bervariasi, tergantung dari tingkat kesulitan dan kebutuhan material bangunan.

Namun dia memastikan, biaya membangun jalan tol elevated jauh lebih mahal ketimbang jalan tol biasa.

Agus mencontohkan, biaya pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek Elevated mencapai sekitar Rp 400 miliar per kilometernya.

“Angka Rp 400 miliar itu dari nilai konstruksi Rp 12 triliun dibagi total panjang ruas tol, yakni 38 kilometer. Jasa Marga mengupayakan pembangunan dari 30 persen ekuitas, dan sisa 70 persnnya dari pinjaman,” katanya.

Sementara biaya membangun jalan tol at grade atau non-elevated biaya konstruksinya di kisaran Rp 120 miliar - Rp 160 miliar per kilometer, namun pembangunannya relatif lebih sulit.

“Saya ambil contoh pembangunan jalan tol Cipularang itu tingkat konstruksinya sulit berdasarkan banyaknya jumlah jembatan yang dibangun serta banyaknya penggalian dan timbun,” ucap Agus.

Berbeda halnya jika jalan tol at grade tol di dalam kota, yang proses pembangunannya lebih mudah tapi lebih sulit dalam pembebasan lahan.

“Makanya tidak jarang konstruksi ruas tol dalam kota tidak sesuai jadwal karena masalah lahan tersebut,” tutur Agus.

Agus menyampaikan seluruh pengerjaan konstruksi sudah dihitung dalam business plan.

“Sebelum memulai konstruksi Jasa Marga selalu menghitung antara volume lalu lintas dan tarif tol sehingga selama 40 tahun masa konsesi secara pengembalian modal bisa kembali dan mendapat benefit keuntungan yang wajar,” kata dia.

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!