< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Jasa Marga Ungkap Alasan Tol Layang Jakarta-Cikampek Belum Bertarif

Okezone

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk belum memberlakukan tarif pada jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek atau Jakarta-Cikampek Elevated II. Meskipun jalan tol ini sudah dioperasikan sejak Desember 2019.

Corporate Secretary Jasa Marga Mohamad Agus Setiawan mengatakan, ada hal-hal yang perlu diperbaiki oleh perseroan sebelum jalan tol ini dikenakan tarif. Khususnya menyangkut fasilitas dan kenyamanan pengguna jalan.

"Perhitungannya kita sudah melakukan. Jadi itu sama dengan penyesuaian tarif kalau ada keterlambatan, kalau mundur kita diminta memperbaiki hal-hal agar bisa dioperasikan dengan ketentuan. Jadi ada beberapa hal yang perlu diperbaiki," ujarnya dalam acara media briefing di Hotel Grand Dhika, Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Menurut Agus, hal ini dilakukan agar tarif yang ditetapkan dengan pelayanan bisa berjalan dengan seimbang. Jangan sampai pengguna jalan diberikan pelayanan dan kenyamanan yang tidak sebanding dengan tarif yang ditetapkan.

Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek

"Perbaiki dulu dong baru dikenakan tarif. Jadi mengharapkan penyelesaian sudah tuntas baru diterapkan jadi sekarang lagi dievaluasi," jelasnya.

Menurut Agus, nantinya perbaikan ini akan dirampungkan pada akhir bulan ini. Sehingga diharapkan jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek ini bisa segera dikenakan tarif.

"Kami harapkan pertengahan Februari dan akhir Februari sudah selesai," ucapnya.

Mengenai mekanisme penetapan tarifnya, Jasa Marga sudah mengajukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Nantinya, tarif ini bisa membagi trafic antara yang bawah dan atas.

Sebab, tujuan dibangunnya jalan ini untuk membagi traffic yang selalu terjadi di jalan Tol Jakarta-Cikampek. Oleh karena itu, nantinya akan ada subsidi saling bantu dari tarif yang dibayarkan di bawah untuk menutupi kendaraan yang melewati atas.

Sebab jika tak disubsidi, maka tarif yang dikenakan di atas akan jauh lebih mahal dari yang ada di bawah. Mengingat jika melihat investasinya, jalan Tol Japek sudah dibangun sejak lama yang seharusnya akan jauh lebih murah.

"Tapi kalau enggak terbagi atas lebih tinggi. Karena investasinya baru yang bawah. Dan dulu beberapa tahun terakhir ga naik. Kalau kaya gitu integrasi kan tetep enggak ada pengaruhnya," jelasnya.

(fbn)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!