< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Ramalan Bill Gates Tentang Virus Novel Korona

Femina
Foto: shutterstock

Hingga hari Kamis, 6 Februari 2020, menurut gisandatta.maps. arcgis.com, 2019-nCoV tercatat telah menyerang  28.344 orang di berbagai negara. Sebagian besar berada di Wuhan, Tiongkok.   1337 orang dilaporkan berhasil sembuh, namun virus ini telah merenggut 565 jiwa. Saat ini medis tengah berpacu dengan waktu untuk segera menemukan obat dan vaksin untuk mengendalikan penyakit ini. Berbagai negara pun berusaha mencegah virus menyebar lebih luas.

Upaya untuk itu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Kalau negara-negara maju saja memiliki kendala, apalagi negara berkembang dan miskin? Tergerak untuk mengantisipasi penyebaran 2019-C0V berbagai institusi tergerak untuk membantu, salah satunya Bill & Miranda Gates Foundation. Yayasan yang dibangun oleh founder Microsoft ini memang bergerak di bidang kesehatan. Mereka mengumumkan, memberi kontribusi 100 juta dollar untuk memerangi  virus novel korona.

Dalam rilis kepada media disebutkan, dana tersebut akan ditujukan untuk membantu mendeteksi, mengisolasi, melindungi masyarakat, menemukan vaksin, serta perawatan dan diagnosis. Alokasi terbesar, yaitu 60% untuk menemukan vaksin, merawat, dan mendiagnosis pasien. 20% akan dialokasikan untuk memberi bantuan layanan kesehatan pada area yang terinfeksi. Sementara 20% yang lain untuk membangun sistem pencegahan, terutama di Sub-Sahara Afrika dan Asia Selatan. 

Dana tersebut akan didistribusikan pada institusi dimana Gates Foundation kerap bekerja sama, seperti WHO dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovation (CEPI) yang berfokus pada pengembangan vaksin baru untuk mencegah penyakit. 

Foto: shutterstock
 
Kemunculan virus mematikan ini sebetulnya pernah diramalkan oleh Bill Gates. Pada Munich Security Conference tahun 2017, ia mengatakan, penyakit pandemik akan menjadi satu dari tiga ancaman kemanusiaan selain perubahan iklim dan perang nuklir. 

Ia bahkan memperkirakan akan ada 30 juta jiwa menjadi korban pandemik, seperti virus yang pernah memakan jutaan jiwa seratus tahun lalu. Sebuah ramalan yang tidak pernah diharapkan terjadi. Namun, Eric Toner, peneliti di Johns Hopkins Center for Health Security memperkirakan, jika obat dan vaksin 2019-nCoV tidak segera ditemukan, ia dapat membunuh 65 juta jiwa dalam waktu 18 bulan. (f) 

Baca Juga:

Virus Korona Berdampak pada Pasar Saham, Apa yang Harus Dilakukan Investor?
Pengaruh Novel Coronavirus Terhadap Dunia
Wabah Virus Korona, Ini Terapi untuk Penderita Pneumonia

Nuri Fajriati


LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!