Ilustrasi

Ilustrasi (Pixabay)

KLIKPOSITIF - Publik dibuat heboh dengan wacana pemulangan 600 WNI eks kombatan ISIS di Timur Tengah. Penolakan atas wacana mulai bermunculan hingga tagar #TolakEksWNIproISIS menggema di media sosial.

Dari pantauan, Kamis (6/2/2020), tagar #TolakEksWNIproISIS masuk dalam daftar topik terpanas yang banyak dibicarakan. Setidaknya ada lebih dari 6 ribu cuitan menggunakan tagar tersebut.

Wacana pemulangan WNI eks kombatan ISIS tersebut berawal saat Menteri Agama Fachrul Razi menyebut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bakal memulangkan 600 warga negara Indonesia yang tergabung dalam ISIS dari Timur Tengah.

Baca Juga

Wacana tersebut langsung menuai kontroversi. Berbagai penolakan dari banyak pihak bermunculan, namun tak sedikit pula yang mendukung wacana tersebut.

Presiden Joko Widodo secara pribadi mengaku menolak untuk memulangkan para eks kombatan ISIS. Meski demikian, Jokowi akan melakukan rapat terlebih dahulu untuk mempertimbangkan wacana tersebut.

Publik beramai-ramai meminta agar Jokowi menolak wacana tersebut. Mereka khawatir para eks kombatan ISIS yang kembali akan menjadi teroris di Indonesia dan membahayakan warga negara lainnya.

"Kami bersamamu pak presiden untuk menolak kombatan ISIS kembali ke Indonesia," tutur @ngancel45.

"Mereka pergi atas kemauan sendiri dan tidak mau lagi mengakui negara indonesia dan Pancasila. Ngapain Negara repot pulangin mereka," ucap @oskadrun.

"Bagaimana kita bisa tahu mereka telah bertobat? Ideologi adalah urusan hati. Kelompok teroris sangat licik, kekejaman mereka luar biasa. Hati-hati dengan doktrin ideologi karena tak mudah terhapus dari hati mereka," kata @nar_dwi.

"Pembakaran paspor ini menjadi bukti bahwa mereka memang tidak niat untuk kembali ke Indonesia & tidak mengakui Indonesia. Ada yang masih menganggap mereka rakyat Indonesia? Sedangkan mereka tidak menganggap Indonesia sebagai negaranya. Shame on you @Kemenag_RI," ungkap @rizmawidodo. (*)

Sumber: Suara.com

Editor: Eko Fajri