< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Coba Melawan, Seorang dari Dua Pejambret Ditembak di Langkat

Hariansib

Langkat (SIB)

Seorang dari dua tersangka pelaku jambret terpaksa dihadiahi timah panas oleh petugas Satuan Reserse Polres Langkat.

“Kedua pelaku telah melakukan kejahatan jalanan sebanyak tiga kali di lokasi terpisah dan perbuatan pelaku tergolong begal sadis dan telah berhasil kita tangkap,” sebut Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan melalui Kasat Reskrim AKP Teuku Fathir Mustafa didampingi Kanit Pidum Iptu Bram Chandra kepada wartawan di Stabat, Rabu (5/2).

Kedua tersangka yang diamankan, yakni SM alias Rambo (30) dan BM alias Billy (19), keduanya warga Lingkungan III Sejahtera Kelurahan Dendang Kecamatan Stabat, Langkat, Minggu (2/1) dinihari. Namun terhadap seorang tersangka SM alias Rambo terpaksa diberi tindakan tegas terukur, karena mencoba melawan ketika dibawa petugas mengambil barang bukti.

Dari keterangan kedua pelaku, kata Kasat, barang-barang hasil kejahatan tersebut dijual oleh pelaku untuk mendapatkan uang. Dan uang hasil kejahatan tersebut digunakan untuk membeli narkotika setelah selesai melakukan aksi kejahatan tersebut.

Adapun para korban jambret pelaku, yakni Darniyah (36) Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Bidaayu Desa Mansang Kecamatan Sungaibeduk Kota Batam (luka pada lengan bagian sebelah kiri akibat sayatan benda tajam) terjadi di Titi Penceng Kwalabingai Kecamatan Stabat, Sabtu (1/2). Korban dirampas tas sandang berisi uang Rp 500 ribu, HP, kartu ATM, buku nikah serta STNK dan surat lainnya.

Korban lainnya, Samariahta Br Saragih (50), perempuan PNS/Guru SMKN 1 Stabat, warga Jalan Raimuna XII Kelurahan Berngam Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai yang dijambret di Jalan Proklamasi Kelurahan Kwalabingai Kecamatan Stabat 14 November 2019 pukul 07.15 WIB. Korban saat menuju ke sekolah, tas sandang miliknya diletakkan di pijakan Honda Vario dirampas pelaku dan korban kehilangan HP Nokia uang Rp 1,5 juta, STNK, KTP, kartu ATM dan lainnya.

Untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya, kedua pelaku akan dijerat dengan Tindak Pidana Pencurian dengan kekerasan Pasal 365 ayat I ayat 2ke 1e, 2e KUHPidana dengan ancaman hukuman selama-lamanya 12 tahun penjara. (M24/q)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!