< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Juni, Presiden Akan Putuskan Nasib 600 WNI Eks ISIS

Beritasatu

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memutuskan nasib 600 WNI eks ISIS antara bulan Mei atau Juni 2020 mendatang.

Menurutnya, saat ini, tim khusus yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius sedang menyusun draft kajian hukum terkait dua opsi keputusan yang akan diambil Presiden, yakni opsi dipulangkan dan tidak dipulangkan.

Dua opsi draf kajian hukum ini ditargetkan selesai pada April 2020. Kemudian tim khusus ini akan melaporkan dua opsi kajian hukum ini kepada Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin sebagai Koordinator untuk urusan radikalisme dan terorisme.

“Dua pilihan itu akan selesai kira-kira bulan April. Koordinator untuk urusan radikalisme dan terorisme itu kan Wapres. Kita bawa ke Wapres, lalu disempurnakan,” kata Mahfud MD di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020).

Setelah draf itu disempurnakan, maka akan disampaikan ke Presiden untuk segera diambil keputusan terhadap nasib 600 WNI eks ISIS itu. “Nanti bulan Mei atau Juni, Presiden akan memutuskan salah satu di antara dua draf itu,” ujar Mahfud MD.

Mengenai adanya usulan untuk memulangkan WNI eks ISIS kategori rentan seperti anak-anak yatim piatu, Mahfud MD mengatakan lebih baik menunggu hasil kajian hukum yang sedang dikerjakan tim khusus tersebut.

“Belum kita putuskan. Enggak ada yang pulang dulu atau tidak pulang dulu. Pokoknya, sekarang belum diputuskan, belum boleh pulang,” tegasnya.

Dia mengklaim pemerintah telah mempunya data 600 WNI eks ISIS beserta dengan foto mereka. Namun, pemerintah juga mendapatkan data dari sumber lain yang mencatat WNI eks ISIS mencapai 1.100 orang lebih.

“Tetapi yang tervalidasi 600 sekian orang. Mereka masih hidup. Yang paling banyak d Suriah, Filipina, Pakistan, Afghanistan dan Turki. Ada semua orang Indonesia itu,” ungkap Mahfud MD.

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!