< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Timor Leste Tak Punya Fasilitas, Minta Karantina di Bali

Gatra
Menteri Perencanaan dan Investasi Strategis Republik Demokratik Timor Leste (RD Timor Leste/RDTL), Xanana Gusmao di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (4/2). (GATRA/Erlina Fury Santika/re1)

Jakarta, Gatra.com - Menteri Perencanaan dan Investasi Strategis Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Xanana Gusmao, mengonfirmasi bahwa pihaknya memang meminta bantuan kepada Indonesia untuk penanganan virus Corona. Tomor Leste meminta agar warganya yang dievakuasi dari Wuhan, Cina, dikarantina di Bali.

Beberapa hari lalu sempat dikabarkan, RDTL meminta bantuan Indonesia untuk mengarantinakan warga Timor Leste yang akan dievakuasi dari Wuhan, Cina. Alasan permintaan bantuan itu, ujar Xanana, karena RDTL tidak memiliki fasilitas untuk penanganan wabah tersebut.

"Ya, karena harus mengerti bahwa kita tidak punya fasilitias. Tidak punya apa-apa, oleh karena itu, kita minta kalau bisa, seperti negara-negara lain. Bantuan ini bukan suatu bantuan yang eksklusif bagi kami kan," kata Xanana di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (4/2).

Xanana menambahkan, ia percaya Indonesia memiliki kemampuan yang lebih besar daripada negaranya untuk menangani virus yang telah menewaskan 425 orang itu.

"Oleh karena itu, ini sesuatu yang global, bukan Timor Leste dan Indonesia. Dan saya percaya bahwa karena Indonesia punya kemampuan yang lebih besar dari pada kami, akan membantu kami untuk mengatasi situasi ini," kata Xanana.

Saat ditanya apakah pertemuannya dengan Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, membahas terkait bantuan tersebut, ia membantahnya. Mantan Presiden pertama RDTL itu menyebut pertemuannya dengan Mahfud hanya membahas masalah perbatasan.

Ia mengatakan, urusan permintaan bantuan dari RDTL tersebut merupakan urusan pemerintah, sementara kehadirannya di Kemenko Polhukam adalah sebagai utusan pada pertemuan itu.

Pertemuan itu, lanjutnya, merupakan pertemuan lanjutan yang sebelumnya pernah dilakukan bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menko Polhukam sebelumnya, Wiranto.

"Dan kita masih antara Timor Leste dan Indonesia. Kami masih punya pending issues di land border, kemudian boundary," jelas eks-wartawan ini.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang karib disapa Cok Ace, mengatakan, RDTL mengajukan izin untuk melakukan karantina terhadap 17 warganya di Bali menyusul maraknya wabah virus Corona.

"Jadi Pemerintah Timor Leste, mereka minta fasilitas dan izin melalui Kedutaan Besar Indonesia di Timor Leste untuk karantina 17 warga negaranya di Bali selama dua sampai tiga minggu," kata Cok Ace kepada wartawan di Bali, Senin (3/2).

Namun akhirnya, Provinsi Bali secara resmi menolak permintaan dari RDTL. Penolakan itu dilakukan setelah seluruh instansi terkait di Bali melakukan rapat koordinasi.

"Pemprov Bali sudah mengirimkan surat resmi kepada Pemerintahan Timor Leste melalui konsulat yang isinya menolak permohonan karantina di Bali bagi warga Timor Leste saat kepulangan dari Tiongkok. Suratnya sudah dikirim. Tentu saja dengan menyampaikan alasan mendasar tentang penolakan tersebut," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya di Denpasar, Selasa (4/2).


Reporter: Erlina Fury Santika
Editor: Iwan Sutiawan

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!

Komentar Teratas

Kunjungi app