< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Tertular Majikan, WNI di Singapura Positif Terinfeksi Virus Corona

Akurat.co

AKURAT.CO, Kementerian Kesehatan (MOH) pada Selasa (4/2) mengonfirmasi enam kasus tambahan infeksi 2019-nCoV di . Empat di antaranya adalah kasus pertama yang melibatkan penularan secara lokal atau pasien terjangkit tanpa bepergian ke .

Tidak hanya itu, dari keempat kasus penularan lokal tersebut, salah satu pasien ternyata diidentifikasi sebagai Warga Negara Indonesia (). Penularan 2019-nCoV pada di ini menjadi kasus pertama penduduk Indonesia yang terjangkit wabah baru.

Dilansir dari situs resmi MOH pada Selasa (4/2), identitas yang telah terjangkit ini dilaporkan adalah pekerja rumah tangga wanita berusia 44 tahun.

Diklaim tidak memiliki sejarah perjalanan ke , ini bahkan dilaporkan tidak meninggalkan tempat tinggalnya sejak timbulnya gejala.

"Pada kasus ke 21 adalah perempuan Indonesia berusia 44 tahun yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke Cina. Dia adalah pekerja rumah tangga asing dari kasus 19, dan tinggal di Jalan Bukit Merah," tulis MOH dalam websitenya.

Dalam pernyataannya, MOH juga menuliskan bahwa ini memiliki gejala awal infeksi pada Minggu (2/2) lalu. Gejala ini disinyalir terjadi setelah pasien menjalin kontak dekat dengan kasus 19.

Sementara, kasus 19 diketahui adalah seorang wanita 28 tahun yang tidak lain adalah majikan dari itu sendiri. Sama seperti tiga kasus lainnya, majikan ini juga tidak memiliki riwayat perjalanan dari dalam beberapa waktu terakhir.

"Dia () adalah pekerja rumah tangga asing Kasus 19, dan tinggal di Jalan Bukit Merah. Dia melaporkan timbulnya gejala pada 2 Februari. Sebagai kontak dekat Kasus 19, ia dirawat di departemen darurat Rumah Sakit Umum (SGH) pada 3 Februari. Hasil tes selanjutnya mengonfirmasi infeksi 2019-nCoV sore ini," lanjut MOH.

Saat ini, yang terinfeksi virus dilaporkan tengah berada di ruang isolasi SGH.

"Dia saat ini ditahan di ruang isolasi di Rumah Sakit Umum (SGH)," tambah MOH.

Penularan yang terjadi pada tersebut sepertinya dampak dari kontak majikannya dengan turis . Pasalnya, dalam laporan Channel News Asia (CNA) pada Selasa (4/2), dua pasien, termasuk Kasus 19 (majikan ) diketahui sebagai tenaga penjualan produk kesehatan yang biasa melayani para wisatawan .

"Dua dari pasien yang tertular virus di sini adalah tenaga penjualan di Yong Thai Hang, toko produk kesehatan yang terutama melayani wisatawan . Mereka adalah kasus ke-19 dan ke-20 yang dilaporkan. Grup wisata () telah mengunjungi toko, antara lain, pada 23 Januari," tulis jurnalis CNA.

Sedangkan, MOH melaporkan bahwa majikan ini juga sempat menderita sakit tenggorokan dan demam pada 29 Januari. Namun, karena saat itu, Departemen Darurat Rumah Sakit Tan Tock Seng tidak menemukan gejala , majikan inipun dipulangkan pada sekitar tanggal 31 Januari.

Saat dipulangkan inilah, wanita ini kemungkinan telah menularkan kepada pasien .

"Pada 30 Januari, ia pergi ke gawat darurat Rumah Sakit Tan Tock Seng, dan dipulangkan ketika rontgen dadanya kembali negatif untuk . Dia melaporkan bahwa dia tidak meninggalkan rumahnya di Jalan Bukit Merah dari 31 Januari hingga 2 Februari," tulis MOH.

"Pada 3 Februari, ia pergi ke Rumah Sakit Umum (SGH). Ketika dia didiagnosis dengan kali ini, dia diklasifikasikan sebagai kasus yang dicurigai dan segera diisolasi. Hasil tes selanjutnya mengonfirmasi infeksi 2019-nCoV pada 3 Februari," lanjut MOH.[]

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!