< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Pertamina: Produksi minyak Indonesia akan habis 9 tahun lagi

Alinea

Produksi minyak Indonesia hanya cukup untuk 9,7 tahun lagi. Hal ini diungkapkan Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR.

"Jika tidak ada penemuan lagi atau eksplorasi, maka usia produksi atau lifetime minyak kita tinggal 9,7 tahun lagi," kata Nanang di Jakarta, Selasa (4/2).

Sementara, Nanang mengatakan produksi gas hanya bisa bertahan sampai 7,8 tahun lagi. Untuk itu, perlu ditemukan cadangan-cadangan baru untuk produksi minyak dan gas di Indonesia.

Oleh karena itu, tambahnya, diperlukan diskusi komprehensif terhadap semua lini lembaga terkait untuk memberikan sumbangsih ide maupun teknis guna meningkatkan penemuan cadangan migas baru.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sendiri menargetkan lifting atau produksi siap jual minyak sebesar 743.000 barel per hari (bph) pada tahun 2024.

Capaian target ini ditetapkan dalam data pembangunan dan target rencana strategis Kementerian ESDM dalam periode 5 tahun mendatang.

"Kami akan memanfaatkan sumur-sumur (minyak) yang sudah lama ditinggalkan atau sumur tua untuk bisa diproduksi kembali dengan memanfaatkan teknologi-teknologi yang ada, seperti enhanced oil recovery (EOR) atau biochemical surfactant," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif sebelumnya.

Program EOR, kata Arifin, diproyeksikan membutuhkan waktu lebih lama dan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan karakter subsurface yang ada di Wilayah Kerja (WK) Migas.

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!