< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

WHO Umumkan Darurat Global, 213 Tewas Akibat Virus Corona

Gatra
Ilustrasi virus corona. (Shutterstock/re1)

Shanghai, Gatra.com - Jumlah kematian di China akibat virus corona sudah mencapai 213 pada hari Jumat (31/1). Meningkatnya jumlah penderita secara tajam setiap harinya, itu memaksa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan keadaan "darurat kesehatan global".

Dilaporkan reuters, otoritas kesehatan Cina melaporkan jumlah korban tewas di pusat epidemi di provinsi Hubei, Cina  telah meningkat sebanyak 204 orang dan ada 9.692 kasus infeksi secara nasional sejak Kamis kemarin. Tercatat sekitar 100 kasus telah menyebar setidaknya di 18 negara lain.

WHO mengatakan kasus telah menyebar ke 18 negara, dan Italia mengkonfirmasi kasus pertama terjadi di negaranya setelah dua wisatawan Cina dinyatakan terjangkit.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengatakan pemerintahnya telah memutuskan untuk menutup semua lalu lintas udara antara Italia dan China. Langkah yang lebih ekstrim dilakukan dibandingkan beberapa negara lainnya.

Tedros Adhanom Ghebreyesus, direktur jenderal WHO, menyebut belum benar-benar merekomendasikan adanya pembatasan perjalanan atau perdagangan baik dari ataupu  menuju keChina.

Sejumlah negara yang warganya masih berada di Wuhan memilih untuk menerbangkan pulang dan menahan mereka lebih dulu di karantina, sebelum dilepaskan. Maskapai penerbangan seperti Air France, American Airlines dan British Airways menyatakan telah menghentikan jalur penerbangan ke daratan Cina.

Pihak Maskapai mengalami tekanan dari sejumlah penumpang dan awak untuk menghentikan semua penerbangan ke China karena merasa tidak nyaman dengan penumpang lainnya yang diduga terpapar virus dari China.

Dilaporkan pula sejumlah saham-saham di seluruh dunia tontok di tengah kekhawatiran jatuhnya perekonomian China akibat wabah tersebut.

Dilaporkan pula ada sekitar 60 juta orang di provinsi Hubei hidup berada dalam tekanan ‘isolasi’.
Komisi kesehatan Hubei menyebut hingga 30 Januari, ada 1.220 kasus dari 6.000 warga yang bermukim di sana.

Tedros memuji tanggapan China dalam konferensi pers di Jenewa pada Kamis malam yang mengungkapkan WHO telah menyatakan darurat kesehatan global, karena khawatir akan penyebaran ke negara-negara yang tidak memiliki kesiapan menangkal virus tersebut.

“Alasan utama diumumkan bukan karena apa yang terjadi di Tiongkok, tetapi karena apa yang akan dialami negara lain. Kekhawatiran terbesar kami adalah potensi penyebaran virus ke negara-negara dengan sistem kesehatan yang masih lemah,” katanya.

Langkah WHO ini akan memicu pengetatan di sejumlah negara meski Beijing merasa kecewas karena sudah meyakinkan dunia bahwa pihaknya mampu mengalahkan virus "setan" tersebut.

Duta Besar China untuk PBB, Zhang Jun, mengatakan Beijing sedang mempelajari pengumumakn tersebut.

“Kami masih berada pada tahap yang sangat kritis dalam memerangi virus corona. Solidaritas internasional sangat penting dan untuk tujuan itu semua negara harus... bertanggung jawab," kata Zhang.

Otoritas kesehatan setempat mencatat hari ini, jumlah orang yang terpapar virus corona itu bertambah menjadi 9.066 orang dan yang terduga sebanyak 12.167.

Terdapat 162 orang yang dinyatakan sembuh sehingga sudah bisa meninggalkan rumah sakit.

Dilaporkan bahwa provinsi Hubei merupakan lokasi paling banyak wabah tersebut, yakni 5.806 orang dinyatakan positif, 204 orang tewas, dan 116 orang dinyatakan sembuh.

Ibu Kota Provinsi Hubei di Wuhan mencatat angka kematian tertinggi dibandingkan daerah-daerah lain di provinsi itu sebanyak 159 orang. Di Wuhan terdapat 2.639 kasus positif dan 75 orang diizinkan meninggalkan rumah sakit.


Editor: Anthony Djafar

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!